Reification of the Signified and Consumerization of Wedding Receptions “Sintê Mungêrjê” In The Gayo Lôt Society In Central Aceh District

  • Indra Setia Bakti Universitas Malikussaleh
  • Nirzalin Universitas Malikussaleh
  • Abidin Universitas Malikussaleh
Keywords: Consumerization, Gayo, Reification of the Signified, Wedding, Sintê Mungêrjê

Abstract

Gayo customs emphasizes the values ​​of mutual cooperation and religiosity. The ritual of "sintê môrep” illustrates this reality. However, consumerism has threatened an identity and social integration, such as at wedding receptions. This study employs a qualitative approach to explore the changing process of the kenduri "sintê mungêrjê" into a party culture in wedding receptions at the Gayo Lôt community. The study reveals reification  has encouraged changes in the meaning of Gayo traditions. The shift occurred from the denotative level to the connotative level. The consumption culture of weddings developed as a design of consumerization by wedding organizer in Central Aceh Districtand was supported by party simulations through television and social media. Simulacrum works because Gayonese prefer tocall "party" to "sintê mungêrjê" (the local term). The party culture was triggered by the weakening of the village structure supported by degradation of understanding of the Gayo customs, the Gayo language that hasgradually been abandoned by native speakers, urban development, information technology, the strengthening of money logic, the changing in the type of work from agrarian to formal, and cultural assimilation and acculturation.

References

Aceh Tengah, B. (2020). Kabupaten Aceh Tengah dalam Angka Tahun 2020. BPS Kabupaten Aceh Tengah.

Aceh Tengah, P. K. (2018). Profil Pembangunan Aceh Tengah 2018.

Aji, F. B., & Asnawi, N. (2020). Refleksi Kritis atas Degradasi Autentisitas Masyarakat Media. Jurnal Komunikasi, 14(2), 169–182. https://doi.org/10.20885/komunikasi.vol14.iss2.art5

Al-Gayoni, Y. U. (2012). Tutur Gayo. Pang Linge dan RCfG.

Amanda, A. (2019). Konsumerisme Prewedding (Strategi Komunikasi Bisnis Industri Foto Prewedding). Acta Diurna, 15(1), 81–95. https://doi.org/10.20884/1.actadiurna.2019.15.1.1577

Arfiansyah. (2020). Islam dan Budaya Masyarakat Gayo, Provinsi Aceh: Kajian Sejarah dan Sosial. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia, 1(1), 1–31.

Arumsari, A. (2012). Pengaruh Globalisasi pada Desain Busana Pengantin Wanita di Indonesia. Jurnal Seni Rupa & Desain, 3(1), 23–33.

Bakti, I. S., Nirzalin, & Alwi. (2019). Konsumerisme dalam Perspektif Jean Baudrillard. Jurnal Sosiologi USK, 13(2), 146–165. https://doi.org/10.24815/jsu.v13i2.15925

Barthes, R. (1972). Mythologies. The Noonday Press.

Baudrillard, J. (1983). Simulations. Semiotext[e].

Baudrillard, J. (2015). Masyarakat Konsumsi. Kreasi Wacana.

Bewes, T. (2002). Reification, or the Anxiety of Late Capitalism. Verso.

Boden, S. (2003). Consumerism, Romance, and the Wedding Experience. Palgrave Macmillan.

Bowen, J. R. (1984). The History and Structure of Gayo Society: Variation and Change in the Highlands of Aceh. A Bell & Howell Company.

Bowen, J. R. (1993). Muslims through Discourse: Religion and Ritual in Gayo Society. Princeton University Press.

Campbell, C. (2018). The Romantic Ethic and the Spirit of Modern Consumerism. Palgrave Macmillan.

Damayanti, M. N. (2010). Keindahan Versus Narsisme dalam Undangan Pernikahan. Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana, 12(1), 20–25.

Fadhilah. (2011). Relevansi Logika Sosial Konsumsi dengan Budaya Konsumerisme dalam Perspektif Epistemologi Jean Baudrillard. Jurnal Kybernan, 2(1), 39–57.

Fasya, T. K. (2018). Egalitarianisme Gayo: Sebuah Inisiatif Antropologi Sosial dan Etnografi Politik. Aceh Anthropological Journal, 2(2), 1–19. https://doi.org/10.29103/aaj.v2i2.1155

Ghufron, M. (2016). Makna Kedewasaan dalam ‎Perkawinan. Al-Hukama’, 6(2), 319–336. https://doi.org/10.15642/alhukama.2016.6.2.319-336

Hasan, N. F. (2018). Maqasid Al-Shariah v.s. Lifestyle: Menyikapi Budaya Konsumerisme Masyarakat Indonesia Jaman Now. 2nd Proceedings Annual Conference for Muslim Scholars Kopertais Wilayah IV Surabaya, 418–428.

Hendariningrum, R., & Susilo, M. E. (2008). Fashion dan Gaya Hidup: Identitas dan Komunikasi. Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(2), 25–32.

Hurgronye, C. S. (1996). Gayo: Masyarakat dan Kebudayaannya Awal Abad ke-20. Balai Pustaka.

Instagram.com. (n.d.). Instagram Istana Pengantin Takengon. Retrieved September 29, 2019, from https://www.instagram.com/istanapengantintakengon/?hl=id

Karlina, L. (2014). Dampak Pemberitaan Infotainment di Televisi dalam Industrialisasi Media terhadap Perilaku Etika di Masyarakat. Jurnal Interaksi, 3(2), 189–196. https://doi.org/10.14710/interaksi,3,2,189-196

Koentjaraningrat. (2015). Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Gramedia.

Kurniawan, R. (2014). Imitasi Budaya pada Tayangan Televisi di Indonesia. Dimensi, 11(2), 213–228. https://doi.org/10.25105/dim.v11i2.110

Lintasgayo.com. (n.d.). Mahar RP 1 Milyar Jadi Pembahasan. https://www.lintasgayo.com/64175/mahar-rp-1-milyar-jadi-pembahasan.html

Lukmantoro, T. (2004). Ritual Hari Raya Agama: Histeria Konsumsi Massa dan Khotbah Industri Budaya. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1), 19–36. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0004846

Mahameruaji, J. N. (2014). Fenomena Konstruksi Identitas pada Foto Pre-Wedding. Jurnal Kajian Komunikasi, 2(1), 44–52. https://doi.org/10.24198/jkk.vol2n1.4

Mahyuddin. (2017). Social Climber dan Budaya Pamer: Paradoks Gaya Hidup Masyarakat. Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, 2(2), 117–135.

Marandika, D. F. (2018). Keterasingan Manusia Menurut Karl Marx. Tsaqafah Jurnal Peradaban Islam, 14(2), 299–322. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v14i2.2642

Mardiastuti, A. (2016). Syariat Makan dan Minum dalam Islam: Kajian terhadap Fenomena Standing Party pada Pesta Pernikahan (Walīmatul ‘Ursy). Jurnal Living Hadis, 1(1), 151–175. https://doi.org/10.14421/livinghadis.2016.1072

Marisa, R. (2017). Kegilaan Parafashionista (Studi Kajian Budaya terhadap Konsumerisme Tas Branded ‘KW’ di Kabupaten Aceh Tamiang). Aceh Anthropological Journal, 1(2), 64–85. https://doi.org/10.29103/aaj.v1i2.1143

Melalatoa, M. J. (1985). Kebudayaan Gayo. Balai Pustaka.

Meyrasyawati, D. (2013). Fesyen dan Identitas: Simbolisasi Budaya dan Agama dalam Busana Pengantin Jawa Muslim di Surabaya. Makara Human Behavior Studies in Asia, 17(2), 99–108. https://doi.org/10.7454/mssh.v17i2.2955

Misbahuddin, M., & Sholihah, A. M. (2018). Pakaian sebagai Penanda: Konstruksi Identitas Budaya dan Gaya Hidup Masyarakat Jawa (2000-2016). El-Wasathiya: Jurnal Studi Agama, 6(2), 113–133. https://doi.org/10.5281/zenodo.3522966

Mujib, I., & Abdullah, I. (2013). Kuasa Pasar dalam Pembentukan Identitas Aceh: Renegosiasi Identitas Lokal dalam Praktik Komersialisasi dan Konsumerisme Pasca Konflik dan Tsunami di Banda Aceh. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 2(2), 59–70. https://doi.org/10.22146/jps.v2i2.30016

Mulyono, F. (2011). Materialisme: Penyebab dan Konsekuensi. Bina Ekonomi: Majalah Ilmiah Fakultas Ekonomi Unpar, 15(2), 44–58. https://doi.org/10.26593/be.v15i2.778.%25p

Neuman, L. W. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Pearson.

Pawanti, M. H. (2013). Masyarakat Konsumeris Menurut Konsep Pemikiran Jean Baudrillard.

Permana, A. (2012). Gejala Alienasi dalam Masyarakat Konsumeristik. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 1(2), 91–107. https://doi.org/10.22146/jps.v1i2.23449

Piliang, Y. A. (2011). Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. Jalasutra.

Putra, A. M. (2018). Konsumerisme: “Penjara” Baru Hakikat Manusia? Societas Dei: Jurnal Agama Dan Masyarakat, 5(1), 71–95. https://doi.org/10.33550/sd.v5i1.79

Putri, M. E., Ikhwan, & Selinaswati. (2019). Partisipasi Masyarakat dalam Pesta Perkawinan. Jurnal Perspektif: Jurnal Kajian Sosiologi Dan Pendidikan, 2(4), 466–474. https://doi.org/10.24036/perspektif.v2i4.8

Ridha, M. (2013). ‘Sindrom Gila Belanja’, dan Pemeliharaan Status Sosial: Tantangan Dakwah di Tengah Konsumsi Kompetitif di Kota Makassar. Jurnal Dakwah Tabligh, 14(2), 251–258. https://doi.org/10.24252/jdt.v14i2.332

Sabariman, H. (2019). Tradisionalisme “ Tersapa” Hedonisme: Kehidupan Sosialita Perempuan di Pedesaan Madura. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 18(2), 121–132. https://doi.org/10.24014/marwah.v18i2.8345

Sahidah, A. (2012). Mengkaji Kembali Konsumsi Umat Sebuah Rekonstruksi Interdisipliner terhadap Gaya Hidup Nabi. Afkaruna Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 8(1), 35–45. https://doi.org/10.18196/AIIJIS.2012

Sallehuddin, M. K. M., Sarifin, M. R., & Sukimi, M. F. (2020). Konsumerisme dan Kelas Sosial dalam Majlis Perkahwinan Masyarakat Melayu. Akademika, 90(1), 35–49.

Selian, R. S. (2007). Analisis Semiotik: Upacara Perkawinan “Ngerje” Kajian Estetika Tradisional Suku Gayo di Dataran Tinggi Gayo Kabupaten Aceh Tengah [Universitas Negeri Semarang]. https://lib.unnes.ac.id/16930/1/2001505003.pdf

Shinta, F. (2018). Kajian Fast Fashion dalam Percepatan Budaya Konsumerisme. Jurnal Rupa, 3(1), 61–76. https://doi.org/10.25124/rupa.v3i1.1329

Siregar, M. (2019). Marriage Ceremony in Batak Toba Tribe: Between Consumerism and Purpose of Life. International Journal of Applied Science, 2(3), 40–50. https://doi.org/10.30560/ijas.v2n3p40

Storey, J. (2017). Theories of Consumption. Routledge.

Suciptaningsih, O. A. (2017). Hedonisme dan Konsumerisme dalam Perspektif Dramaturgi Erving Goffman. Equilibria Pendidikan, 2(1), 25–32. https://doi.org/10.26877/ep.v2i1.2191

Sulistyaningtyas, T., & Jaelani, J. (2017). Wacana Konsumerisme dan Pemangilan Ideologis di dalam Laman Komersial San Diego Hills Memorial Parks and Funeral Homes. Jurnal Sosioteknologi, 16(1), 43–55. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2017.16.1.4

Supriansyah. (2019). Agresi Kultur Digital dan Konsumerisme pada Identitas Urang Banjar di Era Pascamodern. Al-Banjari: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman, 18(1), 103–126. https://doi.org/10.18592/al-banjari.v18i1.2544

Suyanto, B., & Sutinah. (2015). Metode Penelitian Sosial Berbagai Alternatif Pendekatan. Kencana.

Syafrini, D. (2014). Perempuan dalam Jeratan Eksploitasi Media Massa. Humanus, 13(1), 20–27. https://doi.org/10.24036/jh.v13i1.4093

Syas, M. (2014). George Lukács dan Teori Kritis dalam Perkembangan Ilmu Komunikasi (1885 – 1971). Al-Munir, 5(1), 5–27. https://doi.org/10.15548/amj-kpi.v0i0.646

Syukri. (2006). Sarakopat: Sistem Pemerintahan Tanah Gayo dan Relevansinya terhadap Pelaksanaan Otonomi Daerah. Hijri Pustaka Utama.

Syukri. (2017). Budaya Sumang dan Implementasinya terhadap Restorasi Karakter Masyarakat Gayo di Aceh. MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, XLI(2), 406–427. https://doi.org/10.30821/miqot.v41i2.428

Trainor, A. A., & Graue, E. (2013). Reviewing Qualitative Research in the Social Sciences. Routledge.

Umanailo, M. C. B., Nawawi, M., & Pulhehe, S. (2018). Konsumsi Menuju Konstruksi Masyarakat Konsumtif. Simulacra, 1(2), 203–211. https://doi.org/10.21107/sml.v1i2.4995

Veblen, T. (2007). The Theory of the Leisure Class. Oxford University Press.

Warde, A. (2017). Consumption: A Sociological Analysis. Palgrave Macmillan.

Wasterman, R. (2019). Lukács’s Phenomenology of Capitalism: Reification Revalued. Palgrave Macmillan.

Yan, S., & Ming, F. (2015). Reinterpreting Some Key Concepts in Barthes Theory. Journal of Media and Communication Studies, 7(3), 59–66. https://doi.org/10.5897/JMCS2014.0412

Published
2020-09-17
Section
Articles