Journal of Tropical Silviculture https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik <p><strong>JURNAL SILVIKULTUR TROPIKA</strong> (<strong>J-SILTROP</strong>) atau <em>Journal of Tropical Silviculture</em> adalah jurnal yang terbit tiga kali dalam setahun. <strong>J-SILTROP</strong> menerbitkan artikel tentang sains dan teknologi silvikultur yang berhubungan dengan hutan tropika seperti botani, fisiologi, ekologi, tanah, genetika, proteksi, patologi, entomologi, kebakaran, daerah aliran sungai, biodiversitas, bioteknologi, agroforestri, reklamasi dan restorasi. Tulisan-tulisan ilmiah diterbitkan dalam bentuk artikel hasil-hasil penelitian (<em>article</em>), ulas balik (<em>reviews</em>), catatan penelitian (<em>notes</em>), hipotesa (<em>hypothesis</em>), maupun komunikasi (<em>communication</em>) di bidang silvikultur hutan tropika.</p> en-US saharjobambangh@gmail.com (Bambang Hero Saharjo) robi_fahutan49@apps.ipb.ac.id (Robi Deslia Waldi) Wed, 01 Jun 2022 12:09:30 +0700 OJS 3.1.2.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Penelitian Manajemen Pencegahan Kebakaran di Indonesia (Asap, Kabut Asap, Penurunan Emisi GRK, dan Deforestasi) https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40965 <p><em>Kebakaran hutan dan lahan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di belahan dunia lain, sebenarnya telah menimbulkan dampak negatif yang luar biasa. Menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan (asap, kabut), sosial, pendidikan, kesehatan, flora dan fauna, kehidupan bernegara, dan sebagainya yang bersumber dari sebagian besar aktivitas manusia, yang berdampak pada perubahan iklim global. Dampak negatif kebakaran hutan dan lahan harus dikendalikan melalui pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang serius dan sistematis serta didukung oleh kemauan politik pemerintah. Perlu dipahami bahwa kegiatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan harus didasarkan pada fakta lapangan yang diperoleh dari hasil penelitian dan bukan berdasarkan hasil fiktif atau perkiraan sementara. Upaya penelitian juga dapat diharapkan melalui kerjasama regional dan internasional.</em></p> <p><em>Kata kunci: Hutan, kebakaran, penelitian, perubahan iklim, kolaborasi</em></p> <p>&nbsp;</p> Bambang Hero Saharjo Copyright (c) 2022 Bambang Hero Saharjo https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40965 Wed, 01 Jun 2022 11:59:01 +0700 Penelitian Penilaian Emisi GRK di Indonesia dari Kebakaran Hutan dan Lahan https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40966 <p><em>Penelitian sebelumnya telah mengkonfirmasi bahwa upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia belum optimal sehingga kebakaran masih terjadi dengan tingkat eskalasi yang tinggi. Hal ini terjadi karena sangat sedikitnya hasil penelitian yang digunakan untuk memecahkan masalah kebakaran hutan dan lahan, sehingga informasi yang bermanfaat menjadi tidak berguna. Kegiatan penelitian terus berlanjut, yang tidak hanya mencakup masalah teknis pengendalian kebakaran hutan dan lahan tetapi juga implikasi negatif yang ditimbulkannya, yaitu produksi emisi GRK khususnya di lahan gambut karena merupakan salah satu sumber utama emisi GRK yang signifikan. Yang juga tidak kalah pentingnya adalah prosedur penghitungan emisi GRK, yang berdasarkan penelitian ini justru menghasilkan estimasi emisi yang terlalu tinggi dari yang seharusnya dihasilkan. Tentu hal ini perlu diluruskan agar Indonesia tidak dirugikan hanya karena mengikuti perhitungan yang tidak tepat.<br></em><em>Kata kunci: Gas rumah kaca, kebakaran hutan dan lahan, penelitian, gambut, pengendalian kebakaran</em></p> Bambang Hero Saharjo Copyright (c) 2022 Bambang Hero Saharjo https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40966 Wed, 01 Jun 2022 12:02:25 +0700 Pengendalian Kebakaran Hutan dan Pengelolaan Air Berbasis Masyarakat (CBFiWM) https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40967 <p><em>Informasi yang menyesatkan tentang kebakaran hutan dan masalah kabut asap disebabkan oleh kurangnya upaya penelitian berbasis sains dan studi tentang kebakaran hutan/pembakaran terbuka, perilaku kabut asap. Pemahaman yang tepat dan akurat tentang luasnya masalah ini, bersama dengan pemanfaatan pengetahuan yang tepat dan memadai dari alat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi canggih, diperlukan untuk pengendalian dan manajemen kebakaran dan kabut asap di </em><em>wilayah Asia Tenggara</em><em>. Makalah ini membahas secara singkat perkembangan manajemen kebakaran di Thailand, mulai dari kearifan lokal yang meliputi etika lahan dan pengelolaan lahan; pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi maju seperti agroforestri, Integrated Forest Fire Management (IFFM), Community Based Fire Management (CBFiM) dan Community Water Resource Management (CBWM). Pendekatan kombinasi holistik pengelolaan api dan air berbasis masyarakat sangat disarankan untuk dikembangkan bersama menjadi satu pengelolaan masyarakat. Integrasi masyarakat adat dengan pengetahuan dan kearifan masa kini diperlukan.</em></p> <p><em>Kata kunci: masyarakat, kebakaran, kabut asap, Thailand, air, pengelolaan</em></p> Veerachai Tanpipat Copyright (c) 2022 Veerachai Tanpipat https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40967 Wed, 01 Jun 2022 12:03:04 +0700 Mempersiapkan Pengendalian Kebakaran Hutan di Masa Datang: Teknologi dan Inovasi Baru https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40968 <p><em>Kebakaran hutan merupakan bagian dari ekosistem global yang terjadi sejak lama dalam sejarah bumi. Kebakaran hutan ini merupakan bagian dari proses yang membentuk ekosistem dan secara langsung mempengaruhi komposisi spesies tumbuhan di dalam ekosistem. Namun, efek antropogenik telah mengubah hubungan ini yang menyebabkan peningkatan jumlah kebakaran hutan Aktivitas manusia juga telah mengubah iklim dunia dan iklim di masa depan diperkirakan akan meningkatkan suhu dengan konsekuensi yang mengerikan pada lingkungan bumi. Perubahan ini akan sangat berdampak pada sosial ekonomi bumi dan kesejahteraan manusia. Salah satu dampak dari peningkatan suhu global adalah meningkatnya kejadian kebakaran hutan dengan intensitas yang lebih kuat. Ada kebutuhan untuk mengembangkan inovasi dan teknologi baru untuk mengelola kebakaran di masa depan ini. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji berbagai inovasi dan teknologi baru yang dapat digunakan untuk seluruh spektrum penanggulangan kebakaran hutan, mulai dari prediksi kebakaran hutan hingga restorasi hutan pada kawasan yang terbakar. Teknologi yang muncul seperti teknologi geospasial, Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence, 5G &amp; konektivitas yang ditingkatkan, Internet of Behaviors (IoB), virtual dan augmented reality, dan robotika dibahas dan aplikasi potensial untuk manajemen kebakaran hutan dibahas. Adaptasi teknologi ini sangat penting dalam pengelolaan kebakaran hutan yang efektif di masa depan.</em></p> <p><em>Kata kunci: Perubahan Iklim, Kebakaran di Masa Depan, Inovasi</em></p> Ahmad Ainuddin Nuruddin Copyright (c) 2022 Ahmad Ainuddin Nuruddin https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40968 Wed, 01 Jun 2022 12:03:33 +0700 Gambaran Umum Proses yang Terjadi dalam Investigasi Kebakaran Liar) https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40969 <p><em>Investigasi kebakaran hutan secara proaktif memberikan pemahaman yang lebih baik kepada manajer kehutanan, kebakaran, dan penegak hukum tentang </em><em>kecenderungan </em><em>penyebab kebakaran hutan, memudahkan pelaksanaan kampanye pencegahan yang ditargetkan, untuk mengatasi aktivitas pembakaran dan praktik perubahan lahan. Tanpa penentuan penyebab kebakaran hutan secara akurat, langkah logis berikutnya yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan kemampuan pemadaman dan asumsi penyebabnya walaupun tanpa adanya bukti yang kuat. Peningkatan kemampuan pemadaman akan menambah biaya besar bagi masyarakat dan meningkatkan risiko keselamatan petugas pemadam kebakaran jika harus berhadapan dengan kebakaran hutan yang tidak terkendali. Masyarakat juga dirugikan akibat peningkatan tingkat kerusakan dan kehancuran tanaman, aset dan harta benda. Namun demikian, hal ini tidak terkait dengan inti permasalahan, yaitu penyebab terjadinya kebakaran hutan. Tidak akuranya penentuan penyebab kebakaran hutan akan menyebabkan para pembakar akan tidak teridentifikasi atau merasa bebas melakukan praktik pembakaran karena mereka mengetahui bahwa mereka tidak akan dapat diidentifikasi atau dituntut. Jika setiap lembaga memiliki kemampuan investigasi kebakaran yang terlatih dan terpercaya, pemahaman yang lebih besar pada akar masalah penyebab kebakaran akan dapat teridentifikasi dengan baik dan dengan demikian akan dapat ditangani dengan lebih efektif. </em></p> <p><em>Kata kunci: Kebakaran hutan, investigasi, masyarakat, pemadam kebakaran</em></p> Richard Woods Copyright (c) 2022 Richard Woods https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40969 Wed, 01 Jun 2022 12:04:04 +0700 Kebakaran Hutan Gambut: Mitigasi dan Manajemen Kawasan Konservasi di Brunei Darussalam https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40970 <p><em>Kebakaran gambut adalah penyebab utama kabut asap, dan di kawasan A</em><em>sia Tenggara</em><em>, ini dikenal sebagai kabut asap lintas batas. Masalah kabut asap lintas batas telah melekat di wilayah ini terutama dengan perubahan iklim. Oleh karena itu, penting untuk menghentikan kebakaran agar tidak terjadi. Ini menjadi prioritas utama penelitian karena deteksi dini dan pemadaman kebakaran adalah satu-satunya cara untuk meminimalkan kerusakan dan kerugian. Makalah ini mencakup penelitian yang diambil dari tahun 2016 hingga saat ini dalam manajemen mitigasi dan percakapan di Brunei Darussalam. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan action research dimana adopsi teknologi khususnya sensor nirkabel berupa Internet of Things, dan pendekatan yang dilakukan oleh masing-masing pemangku kepentingan dalam rangka meminimalkan kebakaran hutan lahan gambut. Pengelolaan keanekaragaman hayati hutan serta pendekatan seluruh bangsa untuk mengatasi perubahan iklim juga akan dibagikan menuju target negara yang bertujuan untuk melestarikan 55% hutannya sebagai cadangan hutan permanen untuk masa depan.</em></p> <p><em>Kata kunci: Mitigasi, Konservasi, Pengelolaan Kebakaran Hutan Lahan Gambut</em></p> Wida Susanty Haji Suhaili Copyright (c) 2022 Wida Susanty Haji Suhaili https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40970 Wed, 01 Jun 2022 12:04:32 +0700 Pola Propagasi Panas dari Sampel Gambut Yang Terbakar di Jambi https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40971 <p><em>Kadar air gambut adalah salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya kebakaran gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar air gambut terhadap proses perambatan pembakaran, serta pola perambatan pembakaran gambut pada skala uji laboratorium, menggunakan reaktor panas berukuran 10x10x10 cm<sup>3</sup> dengan 3x3 thermocouple Penelitian ini menunjukan bahwa proses pembakaran terjadi pada seluruh sampel gambut pada kadar air yang hilang (350.91%, 577.52%, dan 713.24%). Pola perambatan pembakaran yang terjadi relatif sama pada semua tingkat kadar air yang hilang, dengan termokopel 8 paling lama bertahan dengan suhu yang tinggi dibandingkan dengan termokopel lainnya. Perambatan pembakaran pada gambut yang diteliti berbeda. Nilai perambatan arah vertikal pada gambut perlakuan oven 16, 24, dan 48 jam secara berurutan yaitu 9,62 cm/jam, 24,99 cm/jam, dan 41,72 cm/jam, sedangkan nilai perambatan arah horizontal secara berurutan yaitu 11,74 cm/jam, 17,31 cm/jam, dan 21,42 cm/jam. </em></p> <p><em>Kata kunci: gambut, kadar air, pembakaran</em></p> Erianto Indra Putra, Sulistio Rizky Iskandar, Yulianto Sulistyo Nugroho, Ati Dwi Nurhayati, Eko Setianto Copyright (c) 2022 Erianto Indra Putra, Sulistio Rizky Iskandar, Yulianto Sulistyo Nugroho, Ati Dwi Nurhayati, Eko Setianto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40971 Wed, 01 Jun 2022 00:00:00 +0700 Potensi Tinggi Pengelolaan Kebakaran Lahan Gambut untuk Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca di Indonesia https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40972 <p><em>Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS) melaporkan bahwa peningkatan emisi GRK hutan dan lahan Indonesia pada tahun 2019 terutama disebabkan oleh pembakaran lahan gambut yang kaya karbon. Sekitar 1,65 juta ha terbakar dan setengah juta ha gambut terbakar dalam peristiwa kebakaran hebat pada tahun 2019, namun emisi GRK (gas rumah kaca) yang dihasilkan hampir mendekati dibandingkan dengan kebakaran tahun 2015 di mana 2,6 juta ha area terbakar. Ribuan hektar lahan yang secara ekologis penting dibakar, mengakibatkan kabut asap beracun yang mengancam kesehatan manusia serta mengganggu hutan alam dan habitat satwa liar. Lahan gambut terdiri dari bahan organik yang terdekomposisi, dan degradasi gambut akan menghasilkan emisi GRK dalam jumlah yang signifikan, terutama jika areal tersebut terbakar. Penurunan muka air tanah (GWL) di lahan gambut akan meningkatkan kepekaan terhadap kebakaran karena kondisi permukaan gambut yang lebih kering. Upaya restorasi yang dilakukan di ekosistem gambut yang terdegradasi (yaitu: pembasahan dan revegetasi) tampaknya merupakan solusi terbaik, jika dan jika kegiatan manajemen pencegahan kebakaran benar-benar dilaksanakan dengan baik. Pemadaman kebakaran memiliki potensi tinggi untuk mengurangi emisi GRK akibat kebakaran gambut ke atmosfer. Keberhasilan pemadaman kebakaran lahan gambut akan sangat bergantung pada keterampilan petugas pemadam kebakaran, strategi, dan ketersediaan peralatan, baik langsung maupun tidak langsung di lapangan. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman untuk memerangi kebakaran gambut akan menyebabkan lebih banyak kebakaran dan berpotensi menimbulkan kebakaran yang tidak terkendali. Terakhir, kondisi ini akan menghasilkan emisi GRK yang signifikan karena gambut kering yang terbakar sulit dikendalikan</em>.</p> <p><em>Kata kunci: CAMS, GRK, kebakaran gambut, pemadaman, restorasi</em></p> Bambang Hero Saharjo, Nisa Novita Copyright (c) 2022 Bambang Hero Saharjo, Nisa Novita https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40972 Wed, 01 Jun 2022 12:05:34 +0700 Respon Tanah terhadap Kebakaran Lahan Gambut: Studi Kasus di Jambi dan Kalimantan Tengah https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40973 <p><em>Provinsi Jambi dan Kalimantan Tengah merupakan daerah rawan kebakaran, yang selalu mengalami kebakaran setiap tahun.&nbsp; Kedua provinsi memiliki lahan gambut yang luas yang rentan terhadap kebakaran.&nbsp; Kebakaran hutan dan lahan gambut memberikan dampak pada sifat tanah gambut, termasuk sifat fisika dan sifat kimia.&nbsp; Penelitian ini dilakukan di Desa Sinar Wajo, Jambi, Desa Kalampangan dan Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah. Kebakaran hutan dan lahan di lokasi penelitian pada umumnya disebabkan oleh kegiatan penyaiapan lahan untuk pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk</em><em> membandingkan sifat fisika tanah dan sifat kimia tanah pada lahan gambut terbakar dan tidak terbakar di Jambi dan Kalimantan Tengah. Sampel tanah gambut diambil pada kedalam 0-20 cm.&nbsp; Hasil analisis laboratorium sampel tanah diolah secara statistik dengan menggunakan JASP untuk membandingkan sifata tanah terbakar dan tidak terbakar.&nbsp; Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan untuk Kalium, Natrium, dan Kalsium.&nbsp; </em></p> <p><em>Kata kunci: </em><em>Lahan gambut, penyiapan lahan, sifat fisika tanah, sifat kimia tanah,</em></p> Lailan Syaufina, Bambang Hero Saharjo, Ati Dwi Nurhayati, Erianto Indra Putra, Wardana Wardana Copyright (c) 2022 Lailan Syaufina, Bambang Hero Saharjo, Ati Dwi Nurhayati, Erianto Indra Putra, Wardana Wardana https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40973 Wed, 01 Jun 2022 12:06:01 +0700 Uji Laboratorium Pola Perambatan Panas pada Sampel Gambut yang Berulangkali Terbakar di Jambi https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40974 <p><em>Kebakaran gambut relatif sulit dipadamkan karena karakter kebakaran gambut yang membara di bawah permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perambatan api yang membara pada gambut yang sering terbakar dengan berbagai kadar air. Variabel yang diukur adalah perubahan suhu terhadap waktu, laju propagasi, dan laju kehilangan massa. Kadar air dari daerah yang sering terbakar yang dikeringkan selama 16 dan 24 jam adalah 272,00% dan 494,00%. Kadar air pada penelitian sebelumnya yang dilakukan terhadap sampel gambut yang dikeringkan selama 16 dan 14 jam adalah 577,52% dan 713,24%. Analisis pada kedua sampel menunjukkan bahwa sampel gambut yang dibakar pada tahun 1997/1998 memiliki suhu yang lebih tinggi daripada sampel gambut yang sering dibakar. Perambatan panas pada sampel gambut yang terbakar sekali pada tahun 1997/1998 berlangsung lebih lama (9-10 jam) dibandingkan dengan gambut yang sering terbakar (6-7 jam). Laju perambatan vertikal pada gambut yang sering terbakar lebih lambat (6-30 cm/jam) dibandingkan dengan sampel gambut yang terbakar tahun 1997/1998 (9-41 cm/jam), tetapi laju perambatan horizontal pada gambut yang sering terbakar terjadi lebih cepat (5-35 cm /jam) dibandingkan gambut yang terbakar sekali pada tahun 1997/1998 (11-21 cm/jam). Laju kehilangan massa pada gambut yang sering terbakar adalah lebih rendah (9-22 gram/jam) dibandingkan dengan contoh gambut yang terbakar sekali pada tahun 1997/1998 (25-32 gram/jam). </em></p> <p><em>Kata kunci: gambut, kadar air, pembakaran</em></p> Verda Emmelinda Satyawan, Erianto Indra Putra, Yulianto Sulistyo Nugroho, Almi Ramadhi, Ati Dwi Nurhayati, Wardana Wardana, Eko Setianto Copyright (c) 2022 Verda Emmelinda Satyawan, Erianto Indra Putra, Yulianto Sulistyo Nugroho, Almi Ramadhi, Ati Dwi Nurhayati, Wardana Wardana, Eko Setianto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40974 Wed, 01 Jun 2022 00:00:00 +0700 Struktur, Riap Diameter, dan Siklus Tebangan dari Tegakan Tinggal di Hutan Bekas Tebangan di Kalimantan Timur https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40976 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur tegakan, riap diameter dan pendugaan daur tegakan tinggal jenis komersil di hutan bekas tebangan yang dikelola dengan sistem Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ) di areal konsesi PT Balikpapan Wana Lestari di Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur.&nbsp; </em><em>Pengukuran parameter tegakan tinggal (jumlah pohon, diameter dan riapya) dilakukan pada areal bekas tebangan </em><em>1</em><em> tahun</em> <em>sampai</em><em> dengan</em><em> 3 tahun&nbsp; pada jalur antara </em><em>(terletak diantara dua jalur tanam) </em><em>di blok TPTJ dari 3 PUP (Petak Ukur Permanen) yang masing-masing berukuran 100 m x 100 m (1 ha).&nbsp; </em><em>Berdasarkan hasil penelitian diketahui </em><em>struktur tegakan tinggal di jalur antara berdasarkan kelas diameter adalah berbentuk J-terbalik, artinya semakin besar kelas diameter maka jumlah pohon semakin sedikit dan sebaliknya.&nbsp; </em><em>Rataan ria</em><em>p diameter </em><em>tegakan tinggal </em><em>pada jalur antara untuk jenis komersil sebesar 1,04 cm/th, non komersil sebesar 0,65 cm/th, dan </em><em>pendugaan daur tebang sebesar 19 tahun untuk jenis komersil </em><em>dengan </em><em>limit diameter tebang 40 cm up.&nbsp; </em><em>Potensi tegakan di jalur antara masih bisa diharapkan produksi tebangannya pada akhir daur</em><em>, disamping</em><em> tegakan pada jalur tanam </em><em>yang </em><em>merupakan jenis unggulan </em><em>dan</em><em> mempunyai riap yang besar</em><em>.</em></p> <p><em>Kata kunci: Limit diameter tebang, pohon inti, riap diameter, struktur tegakan</em></p> M. Taufan Tirkaamiana, Lailan Syaufina Copyright (c) 2022 M. Taufan Tirkaamiana, Lailan Syaufina https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/40976 Wed, 01 Jun 2022 11:58:06 +0700 Pembiakan Vegetatif Pohon Hutan Gambut Geronggang (Cratoxylon arborescens (Vahl) Blume.) dengan Metode Stek Pucuk https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/41122 <p><em>Sistem stek merupakan sistem perbanyakan tanaman yang relatif sederhana dan menghasilkan bahan tanaman yang berkualitas baik dengan karakteristik yang sama dengan induknya dan membutuhkan waktu yang lebih singkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase stek hidup </em>Cratoxylon arborescens<em> dan mempelajari pengaruh zat pengatur tumbuh IBA 100 ppm, NAA 100 ppm dan IBA 50 ppm+NAA 50 ppm terhadap pertumbuhan stek pucuk</em> Cratoxylon arborescens<em>. Materi yang digunakan adalah pucuk bibit Cratoxylon arborescens dengan tinggi &lt;1–1,5 m, IBA 100 ppm, NAA 100 ppm, IBA 50 ppm+NAA 50 ppm, dan alkohol 70% dengan media berupa cocopeat, sekam dan vermikulit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan yaitu IBA 100 ppm, NAA 100 ppm, IBA 50 ppm+NAA 50 ppm, dan kontrol. Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan (masing-masing 50 stek). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase pertumbuhan stek hidup </em>Cratoxylon arborescens<em> berkisar antara 51,11–70,37%. Perlakuan tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap lima parameter yaitu persentase stek hidup, panjang stek, berat basah akar, berat kering akar, dan berat kering pucuk. Namun pengaruh nyata ditunjukkan pada jumlah akar dan berat basah pucuk. Uji jarak berganda Duncan yang dilakukan untuk jumlah akar dan NAA 100 ppm menunjukkan pengaruh yang lebih baik daripada kontrol, sedangkan untuk berat basah pucuk pada IBA 100 ppm memiliki pengaruh yang sama dengan kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persentase hidup stek </em>Cratoxylon arborescens<em> mencapai 70,37% dan penggunaan NAA 100 ppm dapat meningkatkan jumlah akar.</em></p> <p><em>Kata kunci: Cratoxylon arborescens (Vahl) Blume.), IBA, NAA, perbanyakan tanaman secara vegetative, sistem pemotongan</em></p> Istomo Istomo, Atok Subiakto, Yuniar Safitri Copyright (c) 2022 Istomo Istomo, Atok Subiakto, Yuniar Safitri https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 https://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/jsilvik/article/view/41122 Wed, 01 Jun 2022 11:56:59 +0700