STATUS KEBERLANJUTAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS HORTIKULTURA DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR

  • Ernesta Leha Institut Pertanian Bogor

Abstract

Abstract. This research was conducted in the Southwest Sumba regency, East Nusa Tenggara Province. This regency has a great potency of natural resources but with higher poverty level due to the low human resources, limited investments and available technology. The poverty can be solved through the development of sustainable horticulture agribusinesses. The multi-dimensional scaling (MDS) analysis, as a modification of the rapid appraisal of the Status of Farming (RAP-farm) method, was used in this study. The results of the analysis showed that sustainability status of the development of horticulture agribusiness in the Southwest Sumba regency was less sustainable, valued 43.72. This value was obtained according to the assessment of 37 parameters from five dimensions with different sustainability statuses, of which only ecology was quite sustainable (52.12), whereas economy (49.01), social (46.76), technology (43.8), and institutions (48.91) were less sustainable. The sensitive parameters toward the development of sustainable horticulture agribusinesses were (1) land slope and erosion frequency, (2) horticulture products prices and cultivated lands sizes, (3) government service existences and the assistance and extension intensity, (4) soil preparation techniques and compost making, and (5) the existence and conflicts among the farmer groups.

 Keywords: poverty, horticulture, agribusiness, sustainability, Southwest Sumba.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Daftar Pustaka

Ashari, S., 2006. Hortikultura : Aspek Budidaya. UI Press. Jakarta

Barbour, G.M.,et al., 1987. Terrestrial Plant Ecology Los Angeles : The Benyamin/Cummings Publishing Company. Inc.

Badan Pusat Statistik, 2015. Kabupaten Sumba Barat Daya Dalam Angka, BPS Sumba Barat Daya.Tambolaka.

Badan Pusat Statistik, 2015 NTT Dalam Angka, BPS Provinsi NTT. Kupang.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 2015. Inovasi Hortikultura Pengungkit Peningkatan Pendapatan Rakyat. Kementerian Pertanian RI. IAAD Press. Jakarta

Badan Litbang Pertanian, 2016. Memperkuat Kemampuan Swasembada Pangan. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Dzikrillah, G.F., et al., 2017. Analisis Keberlanjutan Usaha Tani Padi Sawah di Kecamatan Soreang kabupaten Bandung. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol.7 (2). pp : 107-113.

Dudung, 2001, Penyuluhan Pertanian, Yayasan Pengembang Sinar Tani, Jakarta.

Direktorat Jenderal Hortikultura, 2014. Statistik Hortikultura. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Direktorat Jenderal Hortikultura, 2016. Petunjuk Umum Program Peningkatan Produksi dan Nilai Tambah Produk Hortikultura Tahun 2017. Kementerian Pertanian. Jakarta.

Fauzi, A., 2002. Penilaian depresiasi sumberdaya perikanan sebagai bahan pertimbangan penentuan kebijakan pembangunan perikanan. Jumal Pesisir dan Lautan Vol. 4 (2). pp: 36-49.

Fauzi, A. dan S. Anna, 2005. Pemodelan Sumber Daya Perikanan dan Lautan untuk Analisis Kebijakan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Firdaus, Muhammad, 2008. Manajemen Agribisnis, PT Bumi Aksara, Jakarta.

Fauzi, A., 2002. Penilaian depresiasi sumberdaya perikanan sebagai bahan pertimbangan penentuan kebijakan pembangunan perikanan. Jumal Pesisir dan Lautan Vol. 4 (2). pp: 36-49.

Hanafi R., 2010. Pengantar Ekonomi Pertanian. Penerbit Andi. Jakarta.

Kepmen LH No.201 tahun 2004. Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove. Kementerian Lingkungan Hidup. Jakarta

Pitcher, T. J. and D. Preikshot. 2001. Rapfish: A Rapid Appraisal Technique to Evaluate The Sustainability Status of Fisheries. Fisheries Research 49 (2001) : 255-270.

Pattimahu, Debby V., 2010, Kebijakan Pengelolaan Hutan Mangrove Berkelanjutan Di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Disertasi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Poerwanto, et.al., 2014. Teknologi Hortikultura. Seri 1 Hortikultura Tropika. IPB Press. Bogor.

Rao N. and Rogers P., 2006. Assessment of Agricultural Sustainability. Current Science. 91(41): 439 – 448.

Razak, A.R., 2009. Esensi Pembangunan Ekonomi Daerah. Nala Cipta Litera. Jakarta.

Sumodiningrat, G. 2000. Pembangunan Ekonomi Melalui Pengembangan Pertanian. PT. Bina Pena Pariwara. Jakarta.

Saragih, R.J, 2015. Perencanaan Wilayah dan Pengembangan Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian, Teori dan Aplikasi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Raharjo, S.,et al., 2018. Analisis Potensi Lahan dan Strategi Pengembangan Sawah Baru Secara Berkelanjutan di Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vo.8 (1).pp : 26-35

Said, 2001, Manajemen Teknologi Agribisnis, Penerbit Ghalilia Indonesia. Jakarta.

Sadjad, 2002, Agribisnis Yang Membumi, Penerbit Grasindo. Jakarta

Soekartawi, 2003. Agribisnis : Teori dan Aplikasinya. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Saida, et al., 2011. Analisis Keberlanjutan Usaha Tani Hortikultura Sayuran pada Lahan Berlereng di Hulu DAS Jeneberang, Sulawesi Selatan. Jurnal Matematika, Sains, dan Teknologi Vo. 12 (2). Pp : 101 – 112.

Subejo, et al., 2015. Lima Pilar Kedaulatan Pangan Nusantara. UGM Press. Yogjakarta.

Saparinto, Cahyo, 2011. Panen Sayur Secara Rutin di Lahan Sempit. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sunarjono, Hendro, 2013. Berkebun 26 jenis Tanaman Buah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Theresia A., et al., 2014. Pembangunan Berbasis Masyarakat. Penerbit Alfabeta. Jakarta

Wibowo, et al., 2004. Konsep, Teori dan Analisis Wilayah. Pustaka Sinar Harapan. Jakarta.

Yuwono, T., et al, 2016. Pembangunan Pertanian Membangun Kedaulatan Pangan. UGM Press. Yogjakarta

Published
2019-04-01
How to Cite
LehaE. (2019) “STATUS KEBERLANJUTAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS HORTIKULTURA DI KABUPATEN SUMBA BARAT DAYA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR”, Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 9(1), pp. 190-199. doi: 10.29244/jpsl.9.1.190-199.