PERENCANAAN BISNIS PENGERINGAN PALA DENGAN TEKNOLOGI OVEN DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOGOR

Main Article Content

Monicha Septya Harni
Siti Jahroh

Abstract

Drying nutmeg companies rely on sunlight to dry the nutmeg. In fact, Bogor District has a high rainfall intensity. This condition can be overcome by using oven technology. By using oven technology, production process does not rely on the weather, the product will dry evenly, and does not require a large area. The purpose of this study is to analyze the business potential of nutmeg in Tamansari Sub-district and to design a business planbased on financial and non financial aspects. Interview was conducted to farmers and three nutmeg drying companies who were selected by snow ball sampling method. Other data were obtained from literature such as newspaper, internetand others. The results revealed that Tamansari Sub-district is an area that has the potential of natural resources, human resources, demand and marketing to develop business nutmeg. Price of dried seed was determined as Rp110 000per kg and dried mace as Rp130 000 per kg. The target market is the export market. CV is chosen as the business form. NPV is Rp827 682 000, Net B/C3.83, IRR 67 per cent and payback period 1.92(1 year 9 months). BEP value is  Rp108 248 600 in the first year and Rp372 745 700 in the next years. Business planning is feasible based on financial and non-financial analyses.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
HarniM. S., & JahrohS. (2017). PERENCANAAN BISNIS PENGERINGAN PALA DENGAN TEKNOLOGI OVEN DI KECAMATAN TAMANSARI KABUPATEN BOGOR. Forum Agribisnis : Agribusiness Forum , 7(2), 143-160. https://doi.org/10.29244/fagb.7.2.143-160
Section
Articles

References

[BPS] Badan Pusat Statistik (ID). 2010.Volume dan Nilai Ekspor Lima Komoditas Minyak Atsiri Terbesar Indonesia Pada Tahun 2009. Jakarta : BPS

[BPS] Badan Pusat Statistik (ID). 2013. Kabupaten Bogor dalam Angka 2013. Jakarta : BPS

[Balitro] Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (ID). 2013. Selayang Pandang Pengembangan Pala di Desa Treman, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara [Internet].[diunduh 2015 Feb 12]; Tersedia pada : http://balittro.litbang.pertanian.go.id/ind/index.php/informasi-terkini/264-selayang-pandang-pengembangan-pala-di-desa-treman-kecamatan-kauditan-kabupaten-minahasa-utara

[Kementan] Kementerian Pertanian (ID) 2012. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 53/Permentan/Ot.140/9/2012 Tentang Pedoman Penanganan Pascapanen Pala. Jakarta (ID)

Asmarantaka RW. 2012. Pemasaran Agribisnis. Bogor (ID): Departemen Agribisnis IPB

Bustaman S. 2007. Prospek dan Strategi Pengembangan Pala di Maluku. Perspektif.6(2):68-74.doi:1412-8004

Fajrian H. 2013. Peran Wirakoperasi Dalam Pengembangan Agribisnis Tanaman Hias di CV. Bunga Indah Farm Kabupaten Sukabumi [skripsi]. Bogor (ID): IPB

Fitrina. 2007. Analisis Saluran Pemasaran Komoditas Pala (Myristica Fragran Houtt) Dan Turunannya [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

Giyanto, Jamaludin, Rachman RJ. 2003. Contoh Kasus Break Even Point [Makalah]. Jakarta(ID) : STIE PBM

Hadad EA. 2002. Pala. Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Ed Khusus Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor (ID): [penerbit tidak diketahui]

Handayani WT. 2014. Perencanaan Bisnis Pengeringan Komoditas Buah Kapulaga dengan Pendekatan Cooperative Entrepreneur di Bogor [skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

Hidayati R. 2011. Perbandingan Pendapatan Dan Keuntungan Petani Pala (Myristica Fragan Haitt) Antara Penjualan Dalam Bentuk Basah Dan Kering Di Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam [skripsi]. Padang (ID): Universitas Andalas

Khairina A. 2014. Rencana Bisnis Produk Temulawak Bubuk Berorientasi Ekspor Melalui Pendekatan Cooperative Entrepreneur Di Bogor [Skripsi]. Bogor (ID): IPB

Kolter, Susanto AB. 2000. Manajemen Pemasaran Indonesia. Jakarta(ID) : Salemba Empat

Lusianah, Syamsun M, Palupi NS. 2010. Strategi dan Prospek Pengembangan Industri Produk Olahan Minyak Pala Dalam Rangka Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Bogor. Manajemen IKM 5(1) : 65-79

Marpaung RK. 2014. Perencanaan Bisnis Ekspor Jahe Bubuk Melalui Pendekatan Cooperative Entrepreneur di Bogor [skripsi] . Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor

Mulyono E. 1997. Permasalahan, Penanganan, dan Pengolahan Pala. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian.16(2): 65-70

Nugraha DY. 2014. Rencana Pengembangan Agribisnis Daun Kumis Kucing Dengan Pendekatan Cooperative Entrepreneur [Skripsi]. Bogor (ID) : IPB

Nurdjannah N. 2007. Teknologi Pengolahan pala [Internet].[Diunduh 2015 Januari 16].Tersedia pada: http://www.ina.or.id/knoma-hpsp/herb/HPSP-12-Ollop-Teknologi_Pengolahan_Pala.pdf

Nurmalina R. 2014. Perencanaan Organisasi dan SDM [Slide MK Perencanaan Bisnis]. Bogor (ID): Departemen Agribisnis

Nurmalina R, Sarianti T, Karyadi A. 2010. Studi Kelayakan Bisnis. Bogor (ID): Departemen Agribisnis IPB

Pomalingo S, Morasa J, Tirayoh VZ. 2014. Alokasi Biaya Bersama dalam Menentukan Harga Pokok Produksi Pada Ud. Martabak Mas Narto. Jurnal EMBA. 2(2) : 1141-1150

Putriana TD. 2008. Analisis Biaya Dan Profitabilitas Produksi Roti Pada Bella Bakery Di Pondok Gede, Bekasi[Skripsi]. Bogor (ID): IPB

Rachmina D, Feryanto. 2014. Pembiayaan Agribisnis. Bogor (ID): Departemen Agribisnis IPB

Saragih K. 2014. Rencana Bisnis Bubuk Kencur dengan Pendekatan Cooperative Entrepreneur di Bogor [Skripsi]. Bogor (ID) : IPB

Sukaryo AL. 2014. Perencanaan Bisnis Pemasaran Komoditi Kentang Konsumsi di Pasar Induk Tanah Tinggi Tangerang [Skripsi]. Bogor (ID) : IPB

Suwarni N, Yunianto V, Setiadi A. 2013. Analisis Faktor-Faktor Produksi yang Mempengaruhi Keuntungan Agroindustri Kecil Penyulingan Minyak Pala dan Dampaknya pada Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bogor. Agromedia. 31(1) : 1-11

Wibowo MIA. 2011. Rencana Bisnis Industri Manisan Stroberi [Skripsi]. Bogor (ID) : IPB

Most read articles by the same author(s)