JIPI
Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Peningkatan Produktivitas Kopi Arabika Gayo I dan II Berbasis Aplikasi Biourine dan Biokompos

  • Asis Asis Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh, Jl. Panglima Nyak Makan, No. 27 Lampineung, Nanggroe Aceh Darussalam 23125
  • Rizki Ardiansyah Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh, Jl. Panglima Nyak Makan, No. 27 Lampineung, Nanggroe Aceh Darussalam 23125
  • Rachman Jaya Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh, Jl. Panglima Nyak Makan, No. 27 Lampineung, Nanggroe Aceh Darussalam 23125
  • Ishar Ishar Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh, Jl. Panglima Nyak Makan, No. 27 Lampineung, Nanggroe Aceh Darussalam 23125

Abstract

Gayo Highlands region had a potential area for the development of Arabica coffee because of the topographical conditions of the land that support the cultivation of Gayo Arabica coffee, but production of plants ranges from 650–750 kg ha-1, lower than some existing varieties which reach 1,5–2 tons ha-1. One way to increase production is the application of biourine and biocompost. This study aimed to determine the effect of the application of biourine and biocompost technology packages on the growth and production of Gayo I and II Arabica coffee plants. This study used a factorial separate plot design (RPT) consisting of Arabica Gayo I (A1) and Gayo II (A2) with a dose of NPK 150 kg ha-1 (farmer/control treatment) (C1), 150 mL-1 (biourine) + 5 ton ha-1 (biocompost) + NPK 100 kg ha-1 (C2), 125 mL plant-1 (biourine) + 7.5 ton ha-1 (biocompost) + NPK 100 kg ha-1 (C3), and 100 mL plant-1 (biocompost) + 10 ton ha-1 (biocompost) + NPK 100 kg ha-1 (C4). The results of the observations were analyzed by ANOVA and 95% DMRT. The results showed that the doses of biourine and biocompost fertilizers did not have interaction with Gayo I and Gayo II Arabica coffee, but for independent treatment of biourine and bicompost fertilizers, the dosage significantly affected the production of Gayo Arabica coffee. Application of 100 mL ha-1(biourine) + 10 tons ha-1 (biocompost) + 100 kg ha-1 NPK (C4) was able to increase the Gayo Arabica Coffee production by 41% when compared with NPK fertilizers of 150 kg ha-1 without biourine and biocompost (C1). Regression analysis showed that the level of 80% of Gayo Arabica Coffee was affected by the different application of biocompost dosages.

Keywords: Arabica Gayo, biourine, biocompost, productivity

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggara AWE, Murdiono, Islami T. 2016. Pengaruh pemberian biourine dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis (Phaseolus vulgaris L.). Jurnal Produksi Tanaman. 4(5): 385-391.

Aribawa IB. 2008. Pengaruh Beberapa Jenis Pupuk Organik dan Pupuk Urea Terhadap Sifat Tanah dan Hasil Kacang Panjang di Lahan Kering Pinggiran Perkotaan Denpasar Bali. [internet] [diakses tanggal 31 Maret 2019]. Tersedia pada: www.deptan.go.id.

Atrisiandy K. 2015. Pemangkasan Kopi. Balai Pengkajian Teknologi Sumatera Utara. Medan (ID): BPTP Sumatera Utara.

Baon JBR, Sukasih, Nurkholis. 2005. Laju dekomposisi dan kualitas kompos limbah padat kopi: pengaruh aktivator dan bahan baku kompos. Pelita Perkebunan. 21: 31-42.

[BPPT] Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Aceh. Deskripsi Kopi Arabika Gayo I dan Gayo II. Banda Aceh (ID): BPTP Aceh

Dharmayanti N, Supadma AAN, Arthagama IDM. 2013. Pengaruh pemberian biourine dan dosis pupuk anorganik (NPK) terhadap beberapa sifat kimia tanah pegok dan hasil tanaman bayam (Amaranthus sp.). E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika. 2(3): 165-174.

[Dirjenbun] Direktorat Jenderal Perkebunan. 2017. Statistik Perkebunan Indonesia 2015–2017, Komoditas Kopi. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah. 2015. Data Luas Lahan Kopi dan Jumlah Petani di Kabupaten Bener Meriah. Redelong (ID): Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bener Meriah.

Effendi D, Sufardi, Muyassir. 2014. Aplikasi biochar dan kompos kulit kopi untuk meningkatkan hasil kentang pada andisol atu lintang kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Manajemen Sumberdaya Lahan. 3(2): 452-458.

Falahudin I, Anita RPR, Leket H. 2016. Pengaruh pupuk organik limbah kulit kopi (Coffea arabica L.) terhadap pertumbuhan bibit kopi. Jurnal Bioilmi. 2(2): 1-13.

Gogi MD, Arif JM, Asif M, Zain-ul-Abdin, Bashir MH, Ashad M, Khan MA, Abbas Q, Shahid MR, Anwar A. 2012. Impact of nutrient management schedules on infestation of Bemisia tabaci on yield of non-BT cotton (Gossypium hirsu-tum) under unsprayed condition. Pakistan Entomologist. 34(1): 87-92.

Hadisuwito S. 2012. Membuat Pupuk Organik Cair. Jakarta (ID): Agromedia Pustaka.

Huda MK. 2013. Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Urine Sapi dengan Aditif Tetes Tebu (Molasses) Metode Fermentasi. [Skripsi]. Semarang (ID): Universitas Negeri Semarang.

Isnaini M. 2006. Pertanian Organik. Yogyakarta (ID): Kreasi Wacana.

Jaya R, Machfud, Ismail M. 2011. Aplikasi Teknik ISM dan ME-MCDM untuk identifikasi posisi pemangku kepentingan dan alternatif kegiatan untuk perbaikan mutu kopi Gayo. Jurnal Teknologi Industri Pertanian. 21(1): 1-8.

Jaya R, Machfud, Raharja S, Marimin. 2014. Analisis dan mitigasi resiko rantai pasok kopi gayo berkelanjutan dengan pendekatan fuzzy. Jurnal Teknologi Industri Pertanian. 24(1): 61-71.

Leskona, Linda, Mukarlina. 2013. Pertumbuhan Jagung dengan Pemberian Glamus Agregatum dan Biofertilizer pada Tanah Bekas Penambangan Emas. Jurnal Protobion. 2(3): 176-180.

Novita E, Anis F, Hendra AP. 2018. Pemanfaatan kompos blok limbah kulit kopi sebagai media tanam. Jurnal Agrotek. 2(2): 61-72. https://doi.org/10.33096/agrotek.v2i2.62

Pangaribuan DH, Sarno, Kurniawan MC. 2017. Pengaruh pupuk cair urine sapi terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis (Zea mays L.). Jurnal Metamorfosa. 4(2): 202-209. https://doi.org/10.24843/METAMORFOSA.2017.v04.i02.p11

Panggabean E. 2011. Buku Pintar Kopi. Jakarta (ID): Agromedia Pustaka.

Putro BP, Walidaini RA, Samudro G, Nugraha WD. 2016. Peningkatan kualitas kompos sampah organik kampus dengan diperkaya pupuk NPK dan urea. Dalam: Prosiding SNST ke-7. Semarang (ID): Universitas Wahid Hasyim.

Ramli. 2013. Pengaruh kompos kulit buah kopi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman petsai pada tanah alluvial. Junal Sains Mahasiswa Pertanian. 3(1): 1-13.

Rinanto H, Azizah N, Santosa M. 2015. Pengaruh Aplikasi Kombinasi biourine dengan Pupuk Organik dan Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L). Jurnal Produksi Tanaman. 3(7): 581-589

Rinekso K B, Sutrisno E, Sumiyati S. 2011. Studi Pembuatan Pupuk Organik Cair dari Fermentasi Urine Sapi (Ferisa) dengan Variasi Lokasi Peternakan yang Berbeda. BJM [Internet]. [diunduh 05 Juli 2020]. Tersedia pada http://eprints.undip.ac.id/42243/.

Sarwar M. 2011. Effects of zinc fertilizer application on theincidence of rice stem borers (Scirpophaga species) (Lepidoptera: Pyralidae) in rice (Oryza sativa L.) crop. Journal of Cereals and Oilseeds. 2(5): 61-65.

Simajuntak A, Ratna RL, Edison P. 2013. Respon pertumbuhan dan produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) terhadap pemberian pupuk NPK dan kompos kulit buah kopi. Jurnal Online Agroekoteknologi. 1(3): 2337-6597.

Sutiyoso Y. 2006. Hidroponik Ala Yos. Jakarta (ID): Penebar Swadaya

Valentiah FV, Endang L, Sugeng P. 2015. Aplikasi kompos kulit kopi untuk perbaikan sifat kimia dan fisika tanah inceptisol serta meningkatkan produksi brokoli. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan. 2(1): 147-154.

Wati YT, Nurlaelih EE, Santosa M. 2014. Pengaruh Aplikasi Biourin Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascolanicum L). Jurnal Produksi Tanaman. 2(8): 613-619.

Published
2020-10-27
How to Cite
Asis, A., Ardiansyah, R., Jaya, R., & Ishar, I. (2020). Peningkatan Produktivitas Kopi Arabika Gayo I dan II Berbasis Aplikasi Biourine dan Biokompos. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 25(4), 493-502. https://doi.org/10.18343/jipi.25.4.493