Nyadar: Religious and Cultural Resistance of Madurese Salt Farming Community

  • iskandar dzulkarnain Universitas Trunojoyo
  • Endriatmo Soetarto Department of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University
  • Rilus A Kinseng Department of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University
  • Sofyan Sjaf Department of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University
Keywords: Madura, Nyadar, Resistance, Salt Farming Community, Sumenep

Abstract

This article discusses the issues of religious and cultural resistance of Madurese salt farming communities as portrayed in the religious tradition of nyadar ritual. Nyadar is an annual religious tradition carried out by Madurese salt farming communities in Sumenep district, precisely in Pinggir Papas Village, Kalianget District and Gersik Putih Village, Gapura District, to conduct cultural resistance against the hegemony and dominance of the Salt Farming Corporation and Madurese salt farming community elites. The purpose of this study is to reveal changes in the cultural situation of the Madurese salt farming community. This study uses an ethnographic method with a constructivist paradigm with data collection methods using in-depth interviews, participant observation, and focus group discussions (FGD). The result of this research found that nyadar is a form of religious rituals that illustrates the solidarity of the community in fighting against the shackles of poverty and helplessness to fight the hegemony and domination of the economic liberalism capitalism in the globalization of the global salt economy which tends to favor the salt corporation, the owners of salt farm land, the religious figures, and the Madurese elites. The cultural resistance of the salt farming community is portrayed in the rejection of the various policies that will be enforced by the Government, PT. Garam, as well as salt corporates in the religious ritual tradition of nyadar including in determining the time of event, religious tourism destinations, and financial support to celebrate the religious ritual activities of nyadar.

 

References

Agusta, I. (2014). Paradigma Metodologi Ilmu Sosial: Simpang Jalan Konstruksi Teori. IPB Press.

Anshory Ch, H. N. (2008). Bangsa Inlander: Potret Kolonialisme di Bumi Nusantara. LKiS.

Baekhaki, K., Kinseng, R. A., & Soetarto, E. (2015). Corporatization of Salt Farmer: The Dynamic of Social Economic and Ecological Transitions. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 6(1), 61–70.

Bernstein, H. (2015). Dinamika Kelas dalam Perubahan Agraria: Seri Kajian Petani dan Perubahan Agraria. Insist Press.

Boenarco, I. S. (2012). Kebijakan Impor Garam Indonesia (2004-2010): Implikasi Liberalisasi Perdagangan Terhadap Sektor Pegaraman Nasional. UI.

Bruinessen, M. van. (1995). Kitab Kuning: Pesantren dan Tarekat Tradisi-Tradisi Islam di Indonesia. Mizan.

de Jonge, H. (1991). Streotype of the Madurese. International Workshop on Indonesian Studies.

de Jonge, H. (2004). State and Welfare in the Late Colonial Period: The Madura Welfare Fund (1937-1941). Asian Journal of Social Science, 32(1), 91–103. https://doi.org/10.1146/annurev.anthro.34.081804.120633

de Jonge, H. (2012). Garam, Kekerasan dan Aduan Sapi: Esai-Esai tentang Orang Madura dan Kebudayaan Madura. LKiS.

Denzin, Norman K & Yvonna, S. L. (2009). Hand Book of Qualitative Research. Pustaka Pelajar.

Dick, H. W. (1998). Sejarah Ekonomi Modern Indonesia: Berbagai Tantangan Baru. In J. T. Lindblad (Ed.), Industrialisasi Abad ke 19: Sebuah Kesempatan yang Hilang. LP3ES.

Djauhari, M. T. (1996). Peran Islam dalam Pembentukan Etos Masyarakat Madura. di dalam Mahasin, A (Ed.). Ruh Islam dalam Budaya Bangsa: Aneka Budaya di Jawa. Yayasan Festival Istiqlal.

Dzulkarnain, I., Soetarto, E., Kinseng, R. A., & Sjaf, S. (2020). Disguised Resistance of Madurese Salt Farming Community. Agriekonomika, 9(1), 100–113.

Fajariyah, D. (2016). Sengketa Tanah Tambak Garam di Simpang Tahun 2005-2012. Pendidikan Sejarah, 4(3), 1095–1109.

Hefni, M. (2019). Islam Madura: Sebuah Studi Konstruktivisme-Strukturalis tentang Relasi Islam Pesantren dan Islam Kampung di Sumenep Madura. Literasi Nusantara.

Helmi, A., & Sasaoka, M. (2018). Dealing with Socioeconomic and Climate-related Uncertainty in Small-scale Salt Producers in Rural Sampang, Indonesia. Journal of Rural Studies, 59 (June 2017), 88–97. https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2018.02.005

Herkusumo, A. P. (n.d.). Chuo Sangi-in Dewan Pertimbangan Pusat Pada Masa Pendudukan Jepang. Rosda Jayaputra.

Holstein, James A & Gubrium, J. F. (1994). Phenomenology, Ethnomethodology, and Interpretive Practice. In L. S. Denzin, Norman K & Yvonna (Ed.), Handbook Qualitative Research. Sage Publication.

Indonesia, N. G. (n.d.). Hikayat Garam: Sebutir Garam untuk Kehidupan di Bumi Seribu Masjid (N. G. Indonesia (Ed.)). Bank Mandiri.

J. M. Mawardi. (2016). Perlawanan Petani Terhadap Ketidakadilan Agraria dalam Stigma Gerombolan Pengacau Keamanan (Studi Pada Masyarakat Talangsari Lampung Timur). IPB.

Kanumoyoso, B. (2001). Nasionalisasi Perusahaan Belanda di Indonesia. Pustaka Sinar Harapan.

Kasdi, A. (2003). Perlawanan Penguasa Madura Atas Hegemoni Jawa: Relasi Pusat-Daerah Pada Periode Akhir Mataram (1726-1745). Jendela.

Kuntowijoyo. (2002). Perubahan Sosial dalam Masyarakat Agraris Madura 1850-1940. Mata Bangsa.

Kurniawan, B. A. (2016). Implementasi Program Dana Bantuan Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) dalam Rangka Pengembangan Wirausaha Garam Rakyat (Studi Pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep). Ajie, 1(1), 11–29. https://doi.org/10.20885/ajie.vol1.iss1.art2

Kurniawan, T. dan A. A. (2013). Dampak Kebijakan Impor dan Kelembagaan Terhadap Kinerja Industri Garam Nasional. Jurnal Kebijakan Sosek, 3(1), 1–13.

Landsberger, H. A & Yu, G. A. (1981). Pergolakan Petani dan Perubahan Sosial. Yayasan Ilmu-ilmu Sosial dan Rajawali Press.

Mustain. (2007). Petani VS Negara: Gerakan Sosial Petani Melawan Hegemoni Negara. Ar-Ruzz Media.

Nurhajarini, D. R. et al. (2005). Kerusuhan Sosial di Madura Kasus Waduk Nipah dan Ladang Garam. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Kebudayaan Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta.

Parwata. (1997). Monopoli Garam di Madira 1905-1920. BPPS UGM, 10(1a), 135–147.

Parwoto, P.-. (2018). Dampak Monopoli Garam di Madura Pada Abad XX. MOZAIK: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, 7(1), 33–42. https://doi.org/10.21831/moz.v7i1.6182

Polemik Impor Garam Tak Kunjung Usai. (2018). CNBC Indonesia.

Pribadi, Y. (2018). Islam, State and Society in Indonesia: Local Politics in Madura. Routledge.

Pribadi, Y. (2020). Islam Madura: Sebuah Studi Konstruktivisme-Strukturalis tentang Relasi Islam Pesantren dan Islam Kampung di Sumenep Madura, by Mohammad Hefni. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde / Journal of the Humanities and Social Sciences of Southeast Asia, 176(2–3), 429–431. https://doi.org/10.1163/22134379-17602009

Rachman, A. J. (ed.). (2011). Petambak Garam Indonesia dalam Kepungan Kebijakan dan Modal. Ininnawa, Indonesia Berdikari, INFID.

Raffles, T. S. (2014). The History of Java. Narasi.

Ricklefs, M. C. (2005). Sejarah Indonesia Modern. UGM Press.

Rifa’i, M. A. (2007). Manusia Madura: Pembawaan, Perilaku, Etos Kerja, Penampilan, dan Pandangan Hidupnya seperti Dicitrakan Peribahasanya. Pilar Media.

Rochwulaningsih, Y. (2008). Marjinalisasi Petani Garam dan Ekspansi Ekonomi Global: Kasus di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. IPB.

Rochwulaningsih, Y. (2016). Senjata Kaum Lemah: Perlawanan Sehari-Hari Petambak Garam. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 1(2), 121–132.

Rozaki, A. (2004). Menabur Kharisma Menuai Kuasa: Kiprah Kiai dan Blater sebagai Rezim Kembar Di Madura. Pustaka Marwa.

Sajogjo. (1993). Kata Pengantar. In Scott, J. C. Perlawanan Kaum Tani. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Scott, J. C. (1981). Moral Ekonomi Petani: Pergolakan dan Subsistensi di Asia Tenggara. LP3ES.

Scott, J. C. (1986). Everyday Forms of Peasant Resistance. The Journal of Peasant Studies, 13(2), 5–34.

Scott, J. C. (1993). Perlawanan Kaum Tani. Yayasan Obor Indonesia.

Scott, J. C. (2000). Senjatanya Orang-orang Yang Kalah: Bentuk-bentuk Perlawanan Sehari-hari Kaum Tani. Yayasan Obor Indonesia.

Scott, J C. (1977). The Moral Economy of the Peasant: Rebellion and Subsistence in Southeast Asia. Yale University Press.

Scott, J C. (1985). Weapon of the Weak: Everyday Froms of Peasant Resistance. Yale University Press.

Scott, James C. (1981). Moral Ekonomi Petani. LP3ES.

Soegianto. (2003). Kepercayaan, Magi dan Tradisi Dalam Masyarakat Madura (Soegianto (Ed.)). Penerbit Tapal Kuda.

Soetarto, E. & Shohibuddin, M. (2005). Reforma Agraria: Prasyarat Utama Bagi Revitalisasi Pertanian dan Pedesaan. Konsorsium Pembaruan Agraria.

Soetarto, E. et al. (2007). Land Reform by Leverage: Kasus Distribusi Lahan Di Jawa Timur. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 1(2), 271–282.

Suhelmi, I. R. et al. (2013). Garam Madura: Tradisi Dan Potensi Usaha Garam Rakyat. Badan Penelitian Dan Pengembangan Kelautan Dan Perikanan Kementerian Kelautan Dan Perikanan.

Suwito & Muhbib. (2002). Islam Dan Hegemoni Sosial (Khaeroni (Ed.)). Media Cita.

Suwondo, B. (1982). Sistem Gotong Royong dalam Masyarakat Desa Daerah Jawa Timur. Departemen P & K.

Syafi, I. (2013). Persaingan Pengangkutan Garam di Selat Madura. Jurnal Sejarah CITRA LEKHA, XVII(1), 85–104.

Taufiqurrahman. (2007). Identitas Budaya Madura. KARSA, XI (1), 1–11.

The CDMI Consulting Group. (2019). Studi Potensi Bisnis Dan Pelaku Utama Industri Garam Di Indonesia, 2019-2023. CDMI.

Wolf, E. (2004). Perang Petani. Insist Press.

Woodward, M. R. (2002). Islam Di Jawa. LKiS.

Yulinda, N. A., Badriyanto, B. S., & Parwata. (2014). Konflik Lahan Pegaraman di Kecamatan Gapura Kabupaten Sumenep Tahun 1975-1985. Publika Budaya, 2(1), 69–77.

Published
2020-11-20
Section
Articles