Archives

  • Vol. 7 No. 2 (2010)
    Desember 2007, Presiden Susilo Bambang Yudoyono mencanangkan semua orangutan di pusat rehabilitasi harus dikembalikan ke habitat alami mereka paling lambat pada tahun 2015. Apabila hal tersebut akan dilaksanakan, maka sudah sepatutnya habitat alaminya perlu dijaga, agar masih dapat menjadi habitat yang akan mendukung kehidupan orangutan tanpa diancam kerusakan karena perbuatan manusia.
    Hasil-hasil penelitian yang dapat membantu memberi informasi kebutuhan pakan dan habitat yang cocok untuk orangutan di alam telah banyak dilakukan. Namun, masalah semakin sempitnya habitat orangutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Hal ini merupakan tugas penting semua pihak dan masyarakat yang mencintai keberadaan orangutan, serta satwa primata Indonesia yang populasinya terus menurun.
    Upaya inventarisasi populasi satwa primata  yang dilindungi merupakan informasi penting untuk pengembalian langkah-langkah kebijakan konservasi. Demikian pula upaya mencari teknik-teknik penangkaran satwa primata melalui pengenalan tingkah laku dan jenis pola makannya menjadi penting untuk dapat dilakukan pengembangbiakan di luar habitat aslinya.
  • Vol. 7 No. 1 (2010)
    Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan hewan model yang mendekati sifat-sifat biologis manusia. Pada saat ini bidang farmasi dan kedokteran manusia berkembang pesat terutama dalam pemanfaatan obat-obatan untuk mengatasi penyakit-penyakit yang berkaitan dengan metabolik sindrom, misalnya obesitas.
    Pola hidup masyarakat kota, cenderung mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat atau bahan makanan berenergi tinggi. Akibatnya banyak orang yang mengalami kelebihan bobot badan. Hal ini tentu akan mengganggu metabolisme tubuh. Telah banyak pula obat-obatan dan jamu untuk mencegah obesitas. Pada terbitan ini disajikan beberapa penelitian pada hewan model yang telah dibuat obes dan diberi nikotin untuk mengurangi dampak obesitasnya.
    Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberi informasi dampak positif nikotin bila diberikan dalam dosis tepat, untuk mengatasi sindrom metabolik pada penderita obesitas. Selama ini nikotin berasal dari tanaman tembakau dikenal sebagai zat yang berdampak negatif dan merugikan. Pada terbitan JPI kali ini ada kajian biologis dan biomedis pada hewan model monyet ekor panjang yang mengalami obesitas.
  • Vol. 6 No. 2 (2009)
    Dengan gembira Jurnal Primatologi Indonesia kali ini dapat terbit kembali dengan artikel-artikel yang ditulis oleh para peneliti muda.
    Kita patut memberikan penghargaan, apresiasi positif dan semangat kepada para peneliti muda agar lebih banyak lagi membuat dan melaksanakan penelitian-penelitian dibidang Primatologi. Pada terbitan JPI kali ini tulisan peneliti meliputi aspek konservasi, genetika dan histopatologi satwa primata Indonesia. Diharapkan di masa mendatang lebih banyak lagi tulisan dan karya para primatolog muda Indonesia.
    Pada terbitan yang akan datang akan disajikan hasil-hasil penelitian obesitas yang menggunakan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) sebagai hewan model. Penelitian-penelitian tersebut meliputi aspek pakan, profil darah, morfologi dan tingkah lakunya.
    Penggunaan hewan model monyet ekor panjang sebagai materi penelitian akan sangat menunjang dalam mengatasi permasalahan kesehatan manusia.
  • Vol. 6 No. 1 (2009)
    The owa jawa (Hylobates moloch) is still found in a few mountainous regions on the island of Java, while the ungko (Hylobates agilis spp.) can be found in the mountainous regions of the island of Sumatra and the kalawet (Hylobates agilis albibarbis) lives in central and south Kalimantan.
    These three species are endemic to Indonesia and are  protected  by  the  government.  The Program for the conservation of the genus Hylobates still needs to be improved and socialized. This is not only a task for the Directorate General of Forest Conservation of the Deparment of Forestry but has to become a task and duty for all of us to conserve and protect either by breeding in captivity in-situ as well as ex-situ.In addition,  scientific and technological inprovements of captive breeding programs of non- human primates  have to be extended to prevent the continuing decrease of  the  non-human primate populations.