Main Article Content

Abstract

Populasi badak jawa yang hidup di Taman Nasional Ujung Kulon merupakan populasi terakhir spesies tersebut di dunia. Beberapa penelitian menyimpulkan bahwa telah terjadi persaingan antara badak jawa dan banteng berdasarkan banyaknya tumpang tindih relung ekologisnya. Namun penelitian terakhir mengenai status interaksi interspesifik dari kedua spesies menunjukkan adanya indikasi pembagian relung ruang dan waktu dengan tanpa adanya indikasi perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk menyimpulkan kembali persaingan relung pakan antara badak jawa dan banteng di Taman Nasional Ujung Kulon. Penelitian dilakukan dengan pengamatan delapan plot analisa vegetasi di semenanjung Ujung Kulon yang mewakili area konsetrasi badak jawa dan banteng. Inventarisasi bekas pakan badak jawa dan banteng beserta ketersediaan seluruh jenis tumbuhan pada lokasi pengamatan dilakukan untuk menilai preferensi pakan dari kedua spesies. Analisa preferensi dilakukan dengan perhitungan indeks Neu untuk setiap plot pengamatan dan membandingkan nilai preferensi yang sudah distandarisasi dari seluruh plot pengamatan. Hasil pengamatan mendapatkan 65 jenis tumbuhan yang dimakan kedua spesies dengan 15 jenis tumbuhan yang tumpang tindih. Jenis yang disukai badak jawa merupakan jenis yang  tidak disukai oleh banteng dan sebaliknya. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tidak terjadi persaingan baik yang bersifat exploitative dan terdapat indikasi terjadinya pembagian relung pakan antara badak jawa dan banteng.


 


Kata kunci: badak jawa, banteng, pembagian relung, preferensi pakan, Taman Nasional Ujung Kulon

Article Details

How to Cite
[1]
Mahmud, R., Kartono, A.P. and Prasetyo, L.B. 2020. PREFERENSI RELUNG PAKAN BADAK JAWA DAN BANTENG: Dietary Niche Preference of Javan Rhinoceros and Bull. Media Konservasi. 25, 1 (Apr. 2020), 81-88. DOI:https://doi.org/10.29244/medkon.25.1.81-88.

Most read articles by the same author(s)

> >>