ANALISIS DAMPAK EKONOMI PEDAGANG KAKI LIMA DI KOTA BOGOR DENGAN PENDEKATAN INPUT OUTPUT ANALYSIS

Syarief Gerald Prasetya, Yustiana Wardhani

Abstract


ABSTRACT

A very high jobless people in the city has created an informal sector. This informal sector has become an alternative way for them to find a job. It has happened since it is very relatively easy joining or leaving this informal sector as there is not any particular regulation required. This research aims to study the contribution of street stalls upon the multiplier output, revenue, employment and forward-backward linkage over the economy. Method of analysis has been using input-output analysis and the research location has taken place in Bogor. The result of the research has indicated that the availability of the street stalls in the city cannot be considered as a marginal sector as they have been contributing positively the city economy either in the multiplier analysis or forward-backward linkage. Organizing and registering the street stalls in Bogor should have to be executed properly and periodically in order to find out their economical potential, making sure that they will not jeopardize the landscape of public facility. However, a particular association should have to be established in order to ease the supervision of the street stalls and to improve their quality accordingly.

Keyword : Street stalls, informal sector, output, revenue, manpower

ABSTRAK

Tingginya tingkat pengangguran perkotaan menumbuhkan sektor informal. Pedagang kaki lima merupakan salah satu sektor informal menjadi alternatif bagi mereka yang tidak mendapatkan pekerjaan disebabkan mudahnya untuk masuk dan keluar di sektor informal relatif mudah karena tidak ada aturan secara khusus yang mensyaratkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pedagang kaki lima terhadap multiplier output, pendapatan, penyerapan tenaga kerja dan forward-backward linkage terhadap perekonomian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis input-output dan lokasi penelitian di Kota Bogor. Hasil penelitian menunjukan keberadaan pedagang kaki lima perkotaan tidak dapat dipandang sebagai sektor yang marginal, pedagang kaki lima memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian perkotaan baik dalam analisis multiplier dan analisis forward-backward linkage. Penataan dan pendataan pedagang kaki lima di Kota Bogor perlu dilakukan secara periodik agar dapat diketahui potensi ekonomi, tidak mengganggu landscap dan peruntukan fasilitas umum kota. Perlunya pembentukan assosiasi agar dapat lebih mudah dalam pengawasan dan upaya peningkatan kualitas pedagang kaki lima.

Kata Kunci : Pedagang Kaki Lima, Sektor Informal, Output, Pendapatan, Tenaga Kerja


Full Text:

PDF

References


Alexander, Jennifer dan Paul, A. 1991. http:www.jstor.orgpss2803879.

Arief, S. 1993. Metode Penelitian Ekonomi. LPFE-UI : Jakarta.

Arsyad, L. 1999. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi Daerah. BPFE : Jogjakarta.

Artina Vita Ningrum. 2015. Peran Sektor Informal Dalam Perekonomian Indonesia. Universitas Diponegoro; Semarang

Badan Pusat Statistik. 2016. Survai Tenaga Kerja Nasional. Jakarta.

__________________. 2013. Survai Ekonomi Sosial Nasional (Susenas). Jakarta.

__________________. 2016. Profil Kemiskinan di Indonesia Maret 2009. Jakarta.

__________________. 2010. Data dan Metodologi Untuk Kajian Sektor Informal di Indonesia. Jakarta.

Bappenas. 2009. Kajian Evaluasi Pembanguan Nasional, Peran Sektor Informal Sebagai Katup Pengaman Masalah Ketenagakerjaan. Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional : Jakarta.

________. 2010. Kajian Penyusunan Stretagi Penanggulangan Kemiskinan Pada Sektor Informal. Direktorat Penanggulangan Kemiskinan Nasional. Bappenas.

Bernabe, Sabine. 2002. Informal Employment in Countries in Transition : A Conceptual Framework, Centre Analysis of Social Exclusion. London School of Economics : London.

Cuevas, S.et.all. 2008. Informal Employment in Indonesia, ADB.

Daryanto, A dan Yundy, H. 2010. Analisis Input Output dan Social Accounting Matrix Untuk Pembangunan Ekonomi Daerah. IPB Press : Bogor.

Effendi, T., Noer. 1996. Sumber Daya Manusia, Peluang Kerja dan Kemiskinan. Tiara Wacana : Jogjakarta.

Firnandy. 2002. Studi Profil Pekerja di Sektor Informal dan Arah Kebijakan ke Depan. Direktorat Ketenagakerja dan Analisis Ekonomi : Jakarta.

Manning, C. dan Effendi, T., N . 1993. Sektor Informal. Urbanisasi, Pengangguran, dan Sektor Informal di Kota. Manning and T. N. Effendi. Jakarta, Yayasan Obor Indonesia.

Muhammad Ihsan dan Kharisma Susetyo. 2013. Pengaruh Sektor Informal Terhadap Penyerapan Angkatan Kerja di Jakarta. UIN Syarif Hidayattulah : Jakarta.

Mus Mualim dan Bin Raudha A H. 2009. Menata Sektor Informal di Perkotaan. Program Magister Ilmu Ekonomi Universitas Brawijaya : Malang.

Prasetya, S.,G.2016. The Roles of Syariah Micro Finance Institution (LKSM) in Eliminating The Poverty in Indonesia (Case Study of Baitul Maal Wat Tamwil). The Accounting Journal of Binaniaga. Vol 01.No.2.

Rachbini, D., J dan A. Hamid. 1994. Ekonomi Informal Perkotaan : Gejala Involusi Gelombang Kedua. LP3ES : Jakarta.

______________. 2000, Makroekonomi Modern : Perkembangan Pemikiran Dari Klasik Hingga Keynesian Baru. PT. Raja Garfindo Persada : Jakarta.

Retno Widjajanti, 2012. Karakteristik Aktivitas Pedagang Kaki Lima di Ruang Kota (Studi Kasus: Kawasan Pendidikan Tembalang, Kota Semarang). Universitas Diponegoro : Semarang

Winarso H dan Gede B. 2008. Sektor Informal yang Terorganisasi : Menata Kota Untuk Sektor Informal. Kelompok Keahlian Perencanaan dan Perancangan Kota, Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung : Bandung.




DOI: https://doi.org/10.29244/jurnal%20mpd.10.2.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.