PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS

Tinnike Coster, Lala M Kolopaking, A. Faroby Falatehan

Abstract


ABSTRACT

There are several objectives in the study: (1) the potential of tourism and regions support that can meet the needs of the tourists, (2) the forms of community empowerment in the development of community-based tourism and (3) the strategy of the development of community-based tourism to increase local revenues. The potencies of  tourism supports that should be improved in the development of Anambas Archipelago tourism are the improvement of infrastructure, both public infrastructure and tourism infrastructure, such as marine transportation and recreational facilities of nautical tourism, which has an average value of 4.93 that means it should be more focused on its development. While the region that can meet the needs of travelers in the development of tourism is located in Siantan district that is in the first rank and becomes the only district in the hierarchy I that is 59.54. The forms of community participation or community empowerment in the development of community-based tourism are in the form of fish farming, the increase of regional typical crafts and foods with the value of 4.79 that is to be developed, and that these activities are usually done by Anambas Archipelago community so that it can be beneficially used and should be developed in order to participate in the development of community-based tourism to generate profits for the government it self in the form of local revenue.

Keywords: Tourism, Community, Increase Local Revenues, Tourism

 

ABSTRAK

Penelitian bertujuan untuk (1) menganalisis sarana prasarana pendukung pariwisata dan wilayah yang dapat memenuhi kebutuhan para wisatawan, (2) Menganalisis pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat dan (3) Menyusun strategi pengembangan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat untuk peningkatan pendapatan asli daerah. Sarana prasarana pendukung pariwisata yang harus ditingkat dalam pengembangan pembangunan pariwisata Kabupaten Kepulauan Anambas adalah peningkatan sarana prasarana umum maupun sarana prasarana bidang pariwisata yaitu transportasi laut dan sarana rekreasi wisata bahari yang memiliki nilai paling tinggi sebesar 4.93 artinya harus lebih difokuskan dalam pembangunannya. Sedangkan untuk wilayah yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan untuk pengembangan pembangunan pariwisata terletak di Kecamatan Siantan yang menempati ranking satu dan menjadi satu-satunya kecamatan yang berada di hierarki I sejumlah 59.54. Bentuk keikutsertaan masyarakat atau pemberdayaan masyarakat dalam pengembangan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat yaitu pada pembudidayaan ikan, peningkatan kerajinan dan makanan khas daerah dengan nilai paling tinggi sebesar 4.79, merupakan aktifitas yang sering dilakukan masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas dimana hal tersebut dimanfaatkan dan harus dikembangkan dalam berpartisipasi untuk pengembangan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat yang dapat menghasilkan keuntungan bagi pemerintah itu sendiri berupa pendapatan asli daerah.

Kata kunci: Pariwisata, Masyarakat, Pendapatan Asli Daerah, Pariwisata


Full Text:

PDF

References


BAPPEDA Kabupaten Kepulauan Anambas. LKPj-AMJ 2010-2015 Bupati Kepulauan Anambas.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas. Anambas Dalam Angka 2015.

Bratakusumah, Supriady, Deddy dan Solihin, Dadang. 2000. Otonomi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.

Fandeli. 2000. Kebijakan Pengembangan Ekowisata: Pengembangan Ekowisata Dengan Paradigma Baru Pengelolaan Areal Konservasi. Yogyakarta (ID): Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada.

Hadi SP. 2005. Aspek Sosial AMDAL: Sejarah Teori dan Metode. Yogyakarta (ID): Universitas Gajah Mada.

Hartono, Doni. 2006. Pengaruh Pengembangan Sarana Pokok Pariwisata Terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Pasuruan. Universitas Muhammadiyah Malang.http://ejournal.umm.ac.id/index.php/jeb/ (Diakses 9 Februari 2016).

Hofer dan Schandel. 1981. Pertahanan Keamanan dan Strategi Nasional. Jakarta. Yayasan Proklamasi Centre For Strategi and Internasioanal Studies.

Kementerian Dalam Negeri, 2013. Dana Perimbangan, Sumber Pendapatan Daerah Terbesar. http://www.keuda.kemendagri.go.id/artikel/detail(Diakses 9 Februari 2016).

Kodhayat. 1996. Sejarah Pariwisata Dan Perkembangannya Di Indonesia. Jakarta. Penerbit Grasindo.

Koswara, Ina, Herlina. 1998. Konsentrasi Spesial dan Sektoral Fasilitas Penunjang Kepariwisataan (Pariwisata Indonesia Menuju Keputusan Yang Lebih Baik). Bandung. ITB.

Koentraninggrat. 1997. Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta. PT. Gramedia.

Kusmuljono. 2009. Menciptakan Kesempatan Rakyat Berusaha, Sebuah Konsep Baru tentang Hybrid Microfinancing. Bogor. IPB Press.

Latupapua Y. 2011. Persepsi Masyarakat Terhadap Potensi Obyek Daya Tarik Wisata Pantai di Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara Universitas Patimura. Jurnal Agroforestry.

Lynnarsatia, Bramantio. 2000. Analisis Perkembangan Industri Pariwisata dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kota Surakarta Tahun 1990-2000. Universitas Sebelas Maret. http://www.uns.ac.id/ digilib (Diakses 9 Feberuari 2016).

Magriasti, Lince. 2011. Arti Penting Partisipasi Masyarakat Dalam Kebijakan Publik di Daerah: Analisis dengan Teori Sistem David Easton. Universitas Negeri Padang. http://www.fisip-untirta. ac.id/eJLAN/ (Diakses 9 Februari 2016).

Musenaf. 1995. Manajemen Usaha Pariwisata Di Indonesia. Jakarta. PT. Toko Gunung Agung.

Siahaan, Marihot. 2005. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Jakarta. Rajawali Pers.

Suartini, Ni Nyoman. 2013. Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan, Pajak Hiburan, Pajak Hotel, dan Restoran Terhadap Pendapatan Asli Daerah di Kabupaten Gianyar. Universitas Udayana. http://www.ojs.unud.ac.id/index.php/EEB (Diakses 9 Februari 2016).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 1990 tentang Kepariwisataan.

Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Yoeti, Oka A. 1996. Pengantar Ilmu Pariwisata. Bandung. PT. Angkasa.




DOI: https://doi.org/10.29244/jurnal%20mpd.9.1.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.