STRATEGI PENINGKATAN KINERJA GABUNGAN PERKUMPULAN PETANI PEMAKAI AIR (GP3A) DI KABUPATEN BOGOR

Bobby Wahyudi, Yusman Syaukat, Lala M Kolopaking

Abstract


ABSTRACT

This study aimed to obtain Current overview about the implementation of program WISMP in Bogor Regency as study for local government policy-making, by identifying the internal and external factors and formulating strategies for improving the performance of Water User Associations Federation (WUAF) in Bogor Regency.The study was conducted in Bogor Regency, by using primary and secondary data. Problems in this study is how the performance of Water User Associations Federation (WUAF) as Program recipients WISMP I in the first five years has been as planned, How are the WUAF conditions of DI that receiving and DI did not receive WISMP I program in Bogor Regency. The method of analysis used is the Importance Performance Analisys (IPA), Farmers' Income Analysis, SWOT Analysis (Strangths-Weaknesses-Opportunities-Threats) Analysis of Quantitative Strategies and Planning Matrix (QSPM). Results Importance Performance Analisys (IPA) shows there are 6 variables in quadrant A (level of performance), 6 variables in quadrant B (maintain performance), 6 variables in quadrant C (low priority) and 2 variables in quadrant D (likely exaggerated). Based on the results of the study, priority strategies for improving the Water User Associations Federation (WUAF) in Bogor Regency is based on the level of performance and quality aspects of performance WUAF in Bogor Regency by 30% is considered to be enhanced performance. Emphasis strategy by utilizing external opportunities to existing internal weaknesses (WO strategy). The strategy is the first priority is to program management plan participatory irrigation network for increased production and increase the welfare of farmers in Bogor Regency RPJMD with TAS value 8.34.

Keywords: Performance, Strategy, WISMP, WUAF

ABSTRAK

Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh gambaran aktual tentang pelaksanaan program WISMP di Kabupaten Bogor, sebagai bahan pembelajaran untuk pengambilan kebijakan selanjutnya bagi pemerintah daerah, dengan cara mengidentifikasi faktor-faktor internal - ekternal dan merumuskan strategi peningkatan kinerja Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) di Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bogor, dengan mengunakan data primer dan sekunder. Perumusan masalah dalam kajian ini yaitu bagaimanakah kinerja Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) penerima Program WISMP I pada lima tahun pertama ini sudah sesuai dengan yang direncanakan, Bagaimanakah kondisi GP3A pada DI yang menerima dan DI tidak menerima Program WISMP I di Kabupaten Bogor. Metoda analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analisys (IPA), Analisis Pendapatan Petani, Analisis SWOT (Strangths-Weaknesses-Opportunities-Threats) dan Analisis Quantitative Strategies Planning Matrix (QSPM). Hasil Importance Performance Analisys (IPA) menunjukan ada 6 variabel di kuadran A (tingkat kinerja), 6 variabel di kuadran B (pertahankan kinerja), 6 variabel di kuadran C (prioritas rendah) dan 2 variabel di kuadran D (cenderung berlebihan). Berdasarkan hasil kajian, prioritas strategi peningkatan kinerja Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) di Kabupaten Bogor didasarkan pada aspek tingkat kinerja dan kualitas kinerja GP3A di Kabupaten Bogor sebesar 30% yang dinilai harus ditingkatkan kinerjanya. Penekanan strategi dengan memanfaatkan peluang eksternal terhadap kelemahan internal yang ada (Strategi WO). Strategi yang menjadi prioritas pertama adalah memprogramkan rencana pengelolaan jaringan irigasi secara partisipatif untuk peningkatan produksi dan peningkatan kesejahteraan petani dalam RPJMD Kabupaten Bogor dengan nilai TAS 8,34.

Kata Kunci : GP3A, Kinerja, Strategi, WISMP


Full Text:

PDF

References


Adisasmita, Rahardjo. 2006. Pembangunan Pedesaan dan Perkotaan. Yokyakarta: Graha Ilmu

Akbar. (2011). Strategi Keberlanjutan Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) (Kasus Kabupaten Karawang). Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Alwasilah, et al. (1996). Glossary of educational Assessment Term. Jakarta: Ministry of Education and Culture.

Artiningtyas. (2012). Analisis Tingkat Keberhasilan Pinjaman Bergulir PNPM Mandiri Perkotaan Berdasarkan Tingkat Konsumsi Masyarakat (Studi Kasus Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang. Tesis. Universitas Indonesia. Jakarta.

Bappeda Kab. Bogor. (2011). Perda Nomor 16 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Kab. Bogor Tahun 2008 – 2013. Bogor.

Caesarion, Rio. (2011). Efektifitas Program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) Terhadap Kinerja Usaha Kecil di Kabupaten Lampung Selatan. Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Chandra, Rama. (2010). Analisis Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Dampaknya terhadap Peserta Program. Tesis. Universitas Indonesia. Jakarta.

Dokumen Jangka Panjang Menengah Program Penanggulangan Kemiskinan (PJM Pronangkis). Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Bogor.

Ginting, J. (2004). Analisis Faktor Penyebab Pendapatan Petani Miskin di Kecamatan Deli Tua. Tesis. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Guritno,Bambang dan Waridin. (2005). Pengaruh Persepsi Karyawan Mengenai Perilaku Kepemimpinan, Kepuasan Kerja dan Motivasi Terhadap Kinerja . Jurnal Riset Bisnis Indonesia Vol.1 No.1, p. 63-74.

Kabupaten Bogor Dalam Angka 2013, Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor.

Pedoman Teknis Pemberdayaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (PT-PSP C 4. 2-2011). Jakarta. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Kementerian Pekerjaan Umum.

Project Appraisal Document (PAD) Water Resources and Irrigation Sector Management Project I Buku 1. Jakarta. National Project Management Unit. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Kementerian Pekerjaan Umum.

Project Implementation Program (PIP) Water Resources and Irrigation Sector Management Project I Buku 1. Jakarta. National Project Management Unit. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Kementerian Pekerjaan Umum.

Project Management Manual (PMM) Water Resources and Irrigation Sector Management Project I Buku 1. Jakarta. National Project Management Unit. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Kementerian Pekerjaan Umum

Ravallion et al. (2005). What Can Ex-Participants Reveal about a Program’s Impact?. The Journal of Human Resources, Vol. 40, No. 1. University of Wisconsin Press. www.jstor.org/stabel/4129571

Rangkuti, F. 2004. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT. Gramedia Pustaka Umum, Jakarta

Riadi, Alan. 2011. Pengaruh program pemberdayaan Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) terhadap pendapatan petani anggota GP3A di Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Institut Pertanian Bogor.

Santosa, Hidayat, dan Indroyono. (2003). Evaluasi Dampak Program Penanggulangan Kemiskinan Bersasaran di Propinsi D.I. Jogjakarta.

Singarimbun, Masri. 1994. Metode Penelitian Survai. Jakarta: LPS3ES

Suradisastra, K., W.K. Sejati, Y. Supriatna, dan D. Hidayat. 2002. Institutional Description of Balinese Subak. Jurnal Kajian dan Pengembangan pertanian, Vo. 21 No.1, 2002. Badan Kajian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Jakarta.

Syahyuti, 2007. Strategi dan Tantangan dalam Pengembangan Gabungan Kelompoktani (GAPOKTAN) sebagai Kelembagaan Ekonomi di Pedesaan. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor

Water Resources and Irrigation Sector Management Project (WISMP) Main Report, 2004. Jakarta. National Project Management Unit. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Kementerian Pekerjaan Umum.




DOI: https://doi.org/10.29244/jurnal%20mpd.6.2.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.