STRATEGI PEMBIAYAAN TERHADAP PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS MASYARAKAT DI KOTA AMBON

Olivia CH Latuconsina, Yusman Syaukat, Hermanto Siregar

Abstract


Community-based tourism could increase local income and at the same time maintain the culture, arts and way of life of surrounding communities. The purpose of this research is to study the financing of community based tourism development in Ambon City. Methods used in this reseach are descriptive quantitative analysis, SWOT analysis, and QSPM analysis. Findings of the analysis are: 1) The role of government shoud be increased through friendly investment policy and sufficient government budget; 2) Increase in private financing done through the public private partnerships; 3) Communication, coordination and cooperation among local government and tourism entepreneurs are need to be improved; 4) Communities around the tourist objects can not yet utilize the potential of tourism as a source of their income so capacity building for them is a must; 5) Community can take advantage of the national program of tourism self empowerment (PNPM Mandiri Pariwisata) and “Kredit Usaha Rakyat” program to increase their welfare, and 6) There are six financing strategies for community-based tourism development in Ambon City that can be implemented in 2011-2016.

Keywords: Ambon, Community-based tourism, Financing, Policy, Public Private Partnerships


ABSTRAK

Pariwisata berbasis kominitas dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat dan sekitarnya sekaligus memelihara budaya, kesenian dan cara hidup masyarakat di sekitarnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pembiayaan pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kota Ambon. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif, analisis SWOT, dan analisis QSPM. Hasil analisis yang ditemukan antara lain: 1) Perlu peningkatan peran pemerintah melalui kebijakan investasi dan anggaran yang cukup; 2) Peningkatan pembiayaan swasta melalui kemitraan sektor publik-swasta perlu dilakukan; 3) Komunikasi, koordinasi serta kerjasama antara pemerintah dan wirausaha pariwisata perlu ditingkatkan; 4) Komunitas di sekitar obyek wisata belum bisa memanfaatkan potensi pariwisata sebagai sumber pendapatan sehingga kapasitas pembangunan bagi komunitas perlu dilakukan; 5) Komunitas dapat mengambil keuntungan dari program nasional pemberdayaan masyarakat pariwisata (PNPM Mandiri Pariwisata) dan program “Kredit Usaha Rakyat” untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat; dan 6) Terdapat 6 strategi pembiayaan terkait pengembangan pariwisata berbasis komunitas di Kota Ambon yang dapat diterapkan pada 2011-2016.

Kata kunci: Ambon, Pariwisata Berbasis Komunitas, Pembiayaan, Kebijakan, Kemitraan Sektor Publik-Swasta


Full Text:

PDF

References


[ABS] Australian Bureau of Statistics. 1994. Framework for the Collection and publication of Tourism Statistics. Canberra: Australian Bureau of Statistics.

Baiquni M. 2004. Membangun Pusat-Pusat Pinggiran Otonomi di Negara Kepulauan. ASPEK, IDEAS. Yogyakarta.

Chib S.N. 1980. Financing Tourism Development: A Recipient’s View. International Journal of Tourism Management: 231-237.

Choi H.S, Sirakaya E. 2005. Sustainability Indicators for Managing Community Tourism. Tourism Management 27 (2006) ; 1274-1289.

Cooper, C and J. Fletcher. 1993. Tourism, Principles And Practice. Essex: Longman Group Limited

Dinas Pariwisata Kebudayaa Pemuda dan Olahraga Kota Ambon, 2009. Anggaran Belanja dan Penerimaan Pariwisata Kota Ambon 2005-2008.

Dinas Pariwisata Kota Ambon. 2008. Objek Wisata dan Industri Pariwisata di Kota Ambon 2008.

Fennell D.A. (1999). Ecotourism : An Introduction. New York, NY : Routledge.

Goodwin, Harold. 2004. Tourism and Local Economic Development. The International Centre for Responsible Tourism dan Scott Wilson Business Consultancy.

Heriawan, Rusman. 2004. Peranan dan Dampak Pariwisata Pada Perekonomian Indonesia : Suatu Pendekatan Model I-O dan SAM [disertasi]. Program Pascasarjana. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Herremans, I.M & Welsh C. (1999). Developing & Implementing the Company’s Ecotourism Mission Statement. Journal of Sustainable Tourism 7 (1); 48- 76.

Jay’s. 2008. Peranan Pemerintah Daerah dalam pengembangan Kawasan Pariwisata Kota Batu Malang.

Leiper, N. 1979. The Framework of Tourism: Towards a Definition of Tourism, Tourist and Tourism Industry. Annals of Tourism Research. 6: 390-407.

Pitana, I Gede dan Gayatri Putu G. 2005. Sosiologi Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Saleh, Harry H. 2008. Kemitraan Sektor Publik dan Swasta: Suatu Ikhtisar Pendekatan Pembangunan, Perluasan Bisnis dan Pelayanan Publik. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Santosa, SP. 2002. Pengembangan Pariwisata Indonesia. http://www.wisatamelayu.com/id/article.php?a=N2VIL3c%3D [15 Okt 2009]

Sebele S.L. 2009. Community Based Tourism Ventures, Benefits and Challenges : Khama Rhino Sanctuary Trust, Central District, Botswana. Tourism Managemennt 31 (2010); 136-146.

Wahab, Salah. 1992. Pemasaran Pariwisata. Jakarta: PT. Prdnya Paramita.

Yoeti, Oka A. 2008.Ekonomi Pariwisata: Introduksi, Informasi dan Implementasi. Jakarta: Kompas.




DOI: https://doi.org/10.29244/jurnal%20mpd.5.2.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.