Daya Dukung Bahan Baku Industri dan UMKM Berbasis Potensi Stok pada Wilayah Pengelolaan Perikanan

Stock Capacity in MSY at FMA (MSYWPPI) for Fisheries Industry on Implementation of Fisheries Management Based on FMA

  • Yonvitner Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Jalan Agathis No 1 Kampus FPIK-IPB Dramaga, Bogor
  • Mennofatria Boer Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Jalan Agathis No 1 Kampus FPIK-IPB Dramaga, Bogor
  • Rahmat Kurnia Pusat Studi Bencana LPPM IPB Kampus IPB Baranang Siang, Jalan Raya Padjajaran No 1 Bogor
Keywords: Carrying Capacity, FMA, MSY (maximum sustainable yield), Management Strategy, Raw Material

Abstract

Government policy in the management of fisheries based on WPP includes processing that involves raw materials. The potential of sustainable fish stocks (maximum sustainable yield) is the potential stock to production and for consumption and processed industrial raw materials. To determine the important information of availablity stock at each FMA as an indicator of the carrying capacity of raw materials for the fishing industry. The research conducted in 2016 uses 2010-2015 data series for estimating the capacity of MSME raw materials, and 2015-2016 data for capacity data for industry. Analysis consiste of avaliability stock in MSY level and total stock for raw material to support for industry and MSME. This research found that from FMA areas with the highest raw material potential is in FMA 718 are that potenstial to support more than 600 MSMEs, and Industry sustain. The allocation  material for industry about 34.85% and 65.15% for MSMEs from total of 5.05 million tons of raw materials used.   So, with the potential stock in MSY (80%) of the stock that can be support untill 80 industries and 3031 MSME units (3.112 total units) of fish processing businesses. This number is lower than the current condition, where only 650 more Industrial units and  more than 6350 unit of MSME. The amount of raw material available is less than enough to support the existing industry. This condition becomes as consideration to import of fish stock to increase the fish processing industry raw materials. To maintenance the stock supply in each WPP, should be prepare any strategic plan on it. The rational strategy that chosen by maintenance industrial supply, are increasing import or enhance the marine and freshwater fish farming.

References

Anggraeni SK, Maarif MS, Sukardi S, & Raharja S. 2017. Strategi Peningkatan Daya Saing Usaha Kecil Menengah Berbasis Olahan Ikan Di Indonesia: Suatu Tinjauan. Journal Industrial Servicess, 3(1c).
Atmaja SB, & Nugroho D. 2017. Upaya-upaya pengelolaan sumber daya ikan yang berkelanjutan di Indonesia. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 3(2), 101-113.
Ayu BW, Ismono RH, & Soelaiman A. 2013. Analisis Nilai Tambah Pada Klaster Industri Pengolahan Ikan Teri Kering Di Pulau Pasaran Kota Bandar Lampung. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 1(3), 246-253.
Barclay K. 2012. The Social in Assessing for Sustainability. Fisheries in Australia. Cosmopolitan Civil Societies: An Interdisciplinary Journal, 4(3), 38-53.
Ditjen PDS 2015. Formulasi Perhitungan Kebutuhan Bahan Baku dan Perhitungan Volume Produk Olahan Hasil Perikanan. KKP Jakarta.
Fauzi A. 2005. Kebijakan perikanan dan kelautan: isu, sintesis, dan gagasan. Gramedia Pustaka Utama.
Hargiyatno, IT, Anggawangsa, RF, & Sumiono, B. 2015. Sebaran Spasio-Temporal Ukuran dan Densitas Udang Jerbung (Penaeus merguiensis de Man, 1907) di Sub Area Dolak, Laut Arafura (WPP-NRI 718). Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 21(4), 261-269.
Hakim L, & Jatmiko I. 2019. Pementaan Kesesuaian Habitat Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) Menggunakan Generalized Additive Model (GAM) Pada WPP-NRI 573 (Doctoral dissertation, Universitas Gadjah Mada).
Hamzah A, Pane AB, Lubis E, & Solihin I. 2015. Potensi Ikan Unggulan Sebagai Bahan Baku Industri Pengolahan di PPN Karangantu (Superior fish potential as Raw Materials of Processing Industry in Karangantu Archipelagic Fishing Port). Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 6(1), 45-58.
Krebs CJ. 1989. Ecological methodology (No. QH541. 15. S72. K74 1999.). New York: Harper & Row.
Krisnafi Y, Iskandar BH, Wisudo SH, & Haluan J. 2017. Penentuan Prioritas Wilayah Kerja Untuk Peningkatan Pengawasan Perikanan DI WPP NRI 711 (Priority Determination of Working Area For Surveillance Improvement in Indonesia Fisheries Management Area 711 (WPP NRI 711)). Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 8(2), 211-221.
Lubis E, & Sumiati S. 2011. Pengembangan Industri Pengolahan Ikan Ditinjau Dari Produksi Hasil Tangkapan Di Ppn Palabuhanratu. Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management, 2(1), 39-49.
Martell S, & Froese R. 2013. A simple method for estimating MSY from catch and resilience. Fish and Fisheries, 14(4), 504-514.
Ma'mun A, Priatna A, Hidayat T, & Nurulludin N. 2017. Distribusi dan Potensi Sumberdaya Ikan Pelagis di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia 573 (WPP NRI 573) Samudera Hindia. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 23(1), 47-56.
Mamun A, Priatna A, & Natsir M. 2018. Potensi dan Distribusi Spasial Ikan Demersal di Laut Jawa (WPP NRI-712) dengan Menggunakan Teknologi Hidroakustik. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(2), 489-499.
Negara WPP, & Republik WPP. 2017. Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Prioritas Wilayah Pengawasan Perikanan (WPP-711) Menggunakan Metode AHP-TOPSIS.
Pauly D, Christensen V, Guénette S. 2002. Towards sustainability in world fisheries. Nature 418, 689–695
Perpres No 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2020.
Ruliza I. 2019. Studi Kebutuhan Bahan Baku Industri Pengolahan Ikan (Skala Mikro) di Kota Banda Aceh. ETD Unsyiah.
Suman A, Irianto HE, Satria F, & Amri K. 2017. Potensi dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI) Tahun 2015 serta Opsi Pengelolaannya. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 8(2), 97-100.
Suman A, Satria F, Nugraha B, Priatna A, Amri K, & Mahiswara M. 2018. Status Stok Sumber Daya Ikan Tahun 2016 di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Repulik Indonesia (WPP NRI) dan Alternatif Pengelolaanya. Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia, 10(2), 107-128.
Suhelmi IR, & Purbani D. 2013. Pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan berbasis wilayah pengelolaan perikanan (WPP) dengan memanfaatan WebGIS. DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan, 2(2).
Sulaefi S. 2011. Kinerja Bisnis Agroindustri Pengolahan Ikan Di Jawa Timur. JBTI: Jurnal Bisnis: Teori dan Implementasi, 2(1), 73-87.
UU No 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.
Wiadnya DGR, Djohani R, Erdmann MV, Halim A, Knight M, Mous PJ, & Soede LP. 2017. Kajian Kebijakan Pengelolaan Perikanan Tangkap di Indonesia: Menuju Pembentukan Kawasan Perlindungan Laut. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 11(3), 65-77.
Witomo CM, & Wardono B. 2012. Potret perikanan tangkap tuna, cakalang dan layang di Kota Bitung. Buletin Ilmiah Marina Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 7(1), 7-13.
Yonvitner Y. 2007. Produktivitas Nelayan, Kapal dan Alat Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia. Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada, 9(2), 254-266.
Yonvitner Y. 2014. Bahan Baku: Urat Nadi Industri Pengolahan Perikanan Mikro Kecil dan Menengah. Risalah Kebijakan Pertanian and Lingkungan: Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan, 1(3), 187-191.
Yonvitner, Boer M, Riyanto M, Kurnia R, Setyobudiandi I, Santoso J, Sukri N, & Aziz KA. 2020. Estimasi Stok Suplai Kebutuhan Bahan Baku untuk Industri Pengolahan Ikan. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia, 23(1), 158-165.
Published
2020-08-21