Teknik penanganan dan cemaran mikroba pada ikan layang segar di pasar tradisional Kota Ambon.

Handling techniques and Microbial Contamination on Fresh Scads Fish (Decapterus sp) in Traditional Markets, Ambon City

  • Edir Lokollo Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura, Kampus Unpatti-Poka Jalan Mr. Chr. Soplanit Poka 97233 Ambon Maluku
  • Meigy Nelce Mailoa Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Pattimura, Kampus Unpatti-Poka Jalan Mr. Chr. Soplanit Poka 97233 Ambon Maluku
Keywords: pencucian, pendinginan, penyimpanan ikan, total plate count

Abstract

Hasil perikanan merupakan produk yang mudah mengalami kebusukan, sehingga diperlukan teknik penanganan yang cermat dan tepat untuk mempertahankan mutunya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan dampak penanganan ikan layang yang dijual di pasar. Ikan layang diambil secara acak di Pasar Arumbae dan Pasar Batu Merah Kota Ambon dua kali dalam sehari yakni pada waktu pagi dan waktu sore hari. Teknik penanganan ikan diamati pada saat distribusi dan penanganan di pasar yang meliputi pembersihan, penyimpanan, peletakan ikan serta pemberian es. Jumlah cemaran mikroba pada sampel dihitung menggunakan metode total plate count (TPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah cemaran mikroba pada ikan yang diambil pada pagi hari lebih rendah dibandingkan pada ikan yang diambil pada sore hari. Teknik penanganan dan penjajakan ikan layang yang diterapkan oleh para pedagang di Pasar Arumbae dan Batu Merah belum diterapkan dengan baik dan belum memperhatikan sistem rantai dingin, sanitasi air, dan tempat penyimpanan ikan selama penjualan. Jumlah cemaran mikroba pada ikan layang segar di Pasar Arumbae dan Pasar Batu Merah pada pagi hari yakni 1,2x10⁴-2,6x104 CFU/g dan 1,5x104-2,6x104 CFU/g sedangkan pada sore hari yaitu 2,4x10⁴-5,0x105 CFU/g dan 4,9x104-4,6x105 CFU/g. Jumlah mikroba pada ikan layang segar di pasar tradisional Kota Ambon masih sesuai standar mutu mikrobiologi ikan segar yaitu maksimal 5x10⁵ CFU/g.

References

Affandi RP, Ferasyi TR, Karina S, 2016. Uji mikrobiologi ikan tongkol (Euthynnus affinis) yang didistribusikan di tempat pelelangan ikan (TPI) lampulo dan oleh pedagang ikan keliling (PIK) di kota banda aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah. 1(3): 318-324
Afrianto E, Liviawaty E. 2010. Penanganan Ikan Segar. Bandung (ID) : Widya Padjadjaran.
Andiny P. 2017. Analisis tingkat keuntungan pedagang ikan di kecamatan peureulak kabupaten aceh timur. Jurnal Samudra Ekonomika. 1(1): 22-32
Apelabi PC, Wuri DA, Sanam MUE, 2014. Perbandingan nilai total plate count (TPC) dan cemaran Salmonella sp. Pada ikan tongkol (Eutynnus sp.) yang dijual di tempat pelelangan ikan (TPI), pasar tradisional dan pedagang ikan eceran di kota kupang. Jurnal Kajian Veteriner. 3(2): 121-137
Apituley YMTN, Bawole D, Savitri IKE, Tuapettel F. 2017. Pemetaan rantai nilai ikan pelagis kecil di kota ambon. Jurnal PAPALELE . 1(1): 15-21
Apriani R, Ferasyi R, Razali R. 2017. Jumlah cemaran mikroba dan nilai organoleptik ikan tongkol (Euthynnus affinis). Jurnal Ilmiah Veteriner. 1(3): 598-603
[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2006. Ikan Segar-Bagian 1. SNI 01- 2729-1-2006. Jakarta (ID) : Badan Standardisasi Nasional.
[BSN] Badan Standardisasi Nasional. 2006. Cara Uji Mikrobiologi. Penentuan Angka Lempeng Total (ALT) pada Produk Perikanan. SNI 01.2332.3-2006. Jakarta (ID) : Badan Standardisasi Nasional.
Berhimpon S. 1993. Mikrobiologi Perikanan Ikani. Bagian 1. Manado (ID) : Universitas Sam Ratulangi
Dwiyitno. 2010. Identifikasi bakteri patogen pada produk perikanan dengan teknik molekuler. Jurnal Squalen. 5(2):67-78.
Hadiwiyoto S. 1993. Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Jilid I. Yogyakarta (ID) : Liberty
Husni A, Putra MP. 2015. Pengendalian Mutu Hasil Perikanan. Yogyakarta (ID) : Gadjah Mada University Press.
Junianto. 2002. Teknik Penanganan Ikan. Bandung (ID) : Penerbit Swadaya
Kapisa NE, Timbowo SM, Mewengkang HW, 2014. Bakteri Escherichia coli pada air pencuci ikan di pasar bahu manado. Jurnal Media Teknologi Hasil Perikanan. 2(2) : 68-70
Kurniawan R, Dessy Y, Syahril N. 2012. Analisis Bakteri Pembentuk Histamin pada Ikan Tongkol di Perairan Pasie Nan Tigo Koto Tangah Padang Sumatra Barat. Riau (ID) : Universitas Riau.
Laksmi BJ. 1988. Sanitasi Dalam Industri Pangan. Bogor (ID) : Penerbit Kanisius bekerjasama dengan Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi, IPB Bogor.
Litaay C, Wisudo SH, John Haluan J, Harianto B. 2017. Pengaruh perbedaan metode pendinginan dan waktu penyimpanan terhadap mutu organoleptik Ikan cakalang segar. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 9 ( 2):717-726
Metusalach, Kasmiati, Fahrul, Jaya I. 2012. Analisis hubungan antara cara penangkapan dan cara penanganan dengan kualitas ikan yang dihasilkan. [Laporan hasil penelitian]. Makassar (ID): LP2M. Universitas Hasanuddin.
Mile L. 2013. Analisis TPC dan total bakteri psikrofilik pada ikan layang (Decapterus macrosoma) selama penyimpanan suhu rendah. Nikè: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 1(2): 103-106.
Mitchell LS 2013. Pengaruh suhu dan waktu penyimpanan terhadap peningkatan kadar histamin pada ikan tongkol. [Skripsi]. Gorontalo (ID) : Universitas Negeri Gorontalo.
Panai AS, Sulistijowati R, Dali FA. 2013. Penentuan perbandingan es curah dan ikan nike (Awaous melanocephalus) segar dalam coolbox berinsulasi terhadap mutu organoleptik dan mikrobiologis selama pemasaran. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan. 1(2) : 59-64.
Pattipeilohy F, Moniharapon T, Apituley YMTN. 2010. Penggunaan atung (Parinarium glaberimum, HASSK) pada penanganan ikan segar. Ambon (ID) : Universitas Pattimura.
Pattipeilohy F, Moniharapon T. 2016. Kualitas sensoris ikan layang (Decapterus macrosoma) segar pascatangkap dengan penggunaan ekstrak rumput laut jenis sayur karang (Gymnogongrus sp.). Majalah Biam. 12 (2): 20-26
Prihatminingtyas B, Setyowati PB 2018. Pengembangan pasar tradisional di kota malang. Conference on innovation and application of science and technology (CIASTECH 2018) Malang (ID) : Universitas Widyagama Malang.
Puri AA. 2016. Uji bakteriologis dan organoleptik ikan tongkol di pasar tradisional, modern dan gudang lelang Kota Bandar Lampung. [Skripsi]. Lampung (ID) : Universitas Lampung.
Rivai AA. 2014. Karakteristik mutu ikan tngkol (Auxis thazard) segar yang dipasarkan eceran keliling. [Skripsi]. Makassar (ID) : Universitas Hasanuddin
Sebayang N. 2002. Penerapan teknologi pengasapan ikan bagi masyarakat nelayan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 8(28) : 25–34
Sitakar NM, Nurliana, Jamin F, Abrar M, Manaf ZH, Sugito. 2016. Pengaruh suhu pemeliharaan dan masa simpan daging ikan nila (Oreochromis niloticus) pada penyimpanan suhu -20°C terhadap jumlah total bakteri. Jurnal Medika Veterinaria. 10(2) : 162-165.
Susanto JP, Sopiah N. 2003. Pengaruh logam dan konsentrasi substrat terhadap pertumbuhan dan aktivitas bakteri proteolitik pada proses deproteinasi cangkang rajungan. Jurnal Teknologi Lingkungan. 4(1) : 40–45
Syafitri, Metusalach, Fahrul. 2016. Studi kualitas ikan segar secara organoleptik yang dipasarkan di kabupaten jeneponto. Jurnal Ipteks PSP. 3 (6): 544 – 552
Tapotubun AM, Savitri IKE, Matrutty TEAA. 2016. Penghambatan bakteri patogen pada ikan segar yang diaplikasi Caulerpa lentillifera. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia. 19(3): 299-308
Violentina GAD, Ramona Y, Mahardika IGNK. 2015. Identifikasi bakteri dari ikan tongkol (Euthynnus affinis) yang diperdagangkan di pasar ikan kedonganan bali. Jurnal Biologi . 19 (2) : 58-62.
Winarni T, Swastawati F, Darmanto YS, Dewi EN. 2003. Uji mutu terpadu pada beberapa spesies ikan dan produk perikanan di Indonesia. [Laporan Akhir Hibah Bersaing XI Perguruan Tinggi]. Semarang (ID) : Universitas Diponegoro
Published
2020-04-30