Studi Kandungan Logam Berat pada Kerang Lokan (Geloina erosa) di Perairan Aceh Barat

Study of Heavy Metal Content in Locan Clam (Geloina Erosa) Muscle in West Aceh Waters

  • Nabila Ukhty Program Studi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar, Aceh Barat
  • Hayatun Nufus Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar, Aceh
  • Anhar Rozi Program Studi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar, Aceh Barat
  • Ikhsanul Khairi Program Studi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar, Aceh Barat
Keywords: absorption spectrophotomer, Aceh Barat, Geloina erosa, logam berat

Abstract

Pesatnya pertumbuhan industri di wilayah pesisir Aceh Barat diduga menjadi sumber pencemaran logam berat di perairan dan terakumulasi pada biota laut, salah satunya yaitu kerang lokan (Geloina erosa). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat Hg, Cd, Pb, Cu, As, dan Zn pada kerang lokan mentah dan rebus, serta menentukan batas toleransi konsumsi kerang lokan yang mengandung logam berat. Pengambilan sampel kerang lokan dilakukan di 3 stasiun, yaitu perairan Peunaga Rayeuk, Ujong Baroh, dan Kuala Bubon. Sampel dikelompokkan menjadi dua perlakuan, yaitu P1 (mentah) dan P2 (rebus). Analisis kandungan logam berat menggunakan Atomic Absorbtion Spectrophotometry (AAS). Hasil analisis kandungan logam Hg pada stasiun 2 yaitu P1 13,2754 mg/kg dan P2 sebesar 12,5491 mg/kg, pada stasiun 3 yaitu P1 1,2418 mg/kg dan P2 0,1956 mg/kg. Kandungan logam Cd hanya terdeteksi pada stasiun 2 yaitu P1 0,0058 mg/kg. Kandungan logam Cu pada stasiun 1 yaitu P1 sebesar 0,0686 mg/kg dan P2 0,0541 mg/kg, pada stasiun 2 yaitu P1 0,1381 mg/kg dan P2 sebesar 0,0999 mg/kg, dan pada stasiun 3 yaitu P1 sebesar 0,1062 mg/kg dan P2 sebesar 0.022 mg/kg. Kandungan logam Zn pada stasiun 1 yaitu P1 3,4883 mg/kg dan P2 s 3,3229 mg/kg, pada stasiun 2 yaitu P1 sebesar 2,7643 dan P2 sebesar 2,6225 mg/kg, dan pada stasiun 3 yaitu P1 4,2511 mg/kg dan P2 2,8687 mg/kg. Batas maksimum berat daging kerang lokan yang boleh dikonsumsi untuk orang dewasa (50 kg bb) yaitu 0,131 kg daging per minggu.

References

Adhani R, Husaini. 2017. Logam Berat Sekitar Manusia. Banjarmasin (ID): Lambung Mangkurat University Press.

[APHA] American Public Health Association. 1992. Standard Method for The Examination of Water and Wastewater. 18th edition. Washington (US): American Public Health Association.

Azhar H, Widowati I, Suprijanto J. 2012. Studi kandungan logam berat Pb, Cu, Cd, Cr pada kerang simping (Amusium pleuronectes), air dan sedimen di Perairan Wedung, Demak serta analisis
maximum tolerable intake pada manusia. Journal of Marine Research. 1(2): 35-44.

Chen CW, Chen CF, Dong CD. 2012. Contamination and potential ecological of mercury in sediments of Kaohsiung river mouth, Taiwan. International Journal of Envitonmental Science and Development. 3(1): 66-71.

Cullen G, Dines A, Kolev S. 2005. Lead IPCS INTOX-Data bank. National Poison Information Service, London (UK).

Davis SR, Cousins RJ. 2000. Metallothionein expresion in animals: A physiological perspective on function. Journal of Nutrition. 130(5):1085-1088.

Deswati, Suyani H, Chairini N. 2013. Studi optimasi penentuan seng secara voltammetry stripping adsorptive (AdSV). Jurnal Kimia Unand. 2(1):98106.

[DKP] Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Barat. 2017. Data Perairan Aceh Barat.

Doelsch, E., V. Van de Kerchove, H.S. Macary. 2006. Heavy metal content in soils of reunion (Indian Ocean). Geoderma, 134(1-2): 119-134.

Edwarsyah. 2017. Kuantitas kandungan logam berat dan minyak solar di estuaria Krueng Cangkoi Kabupaten Aceh Barat. Journal of Acta Aquatica. 4(2): 83-87.

Hidayah AM, Purwanto, Soeprobowati TR. 2014. Biokonsentrasi faktor logam berat Pb, Cd, Cr, dan Cu pada ikan nila (Oreochromis niloticus Linn.) di karamba Danau Rawa Pening. Bioma: Berkala
Ilmiah Biologi. 16(1): 1-9.

Islami MM. 2013. Pengaruh suhu dan salinitas terhadap bivalvia. Jurnal Oseana. (2): 1-10.

Irawan B, Bintal A, Thamrin. 2015. Analisis kandungan logam berat Cu, Pb dan Zn pada air, sedimen, dan bivalvia di Perairan Pantai Utara Pulau Bengkalis. Jurnal Dinamika Lingkungan Indonesia.
2(1): 40-51.

Juberg, DR, Kleiman CF, Kwan SC. 1977. Lead and human health. American Council on Science and Health. New York (US): American Council on Science and Health.

Marasabessy MD, Edward, Valentin FL. 2010. Pemantauan kadar logam berat dalam air laut dan sedimen di perairan Pulau Bacan, Maluku Utara. Jurnal Sains. 14(1): 32-38.

Munandar, Alamsyah A. 2016. Kajian kandungan logam berat merkuri (Hg) pada kerang air tawar Anodonta sp. di kawasan hilir sub das Krueng Meureubo, Aceh Barat. Jurnal Perikanan Tropis. 3(1):
11-19.

Palar H. 2004. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta (ID): Rineka Cipta.

Putri LSE, Prasetyo AD, Arifin Z. 2012. Green mussel (Perna viridis) as bioindicator of heavy metals pollution at Kamal Estuary, Jakarta Bay, Indonesia. Journal of Environmental Research and
Development. 6(3): 389–396.

Salmin. 2005. Oksigen terlarut (DO) dan kebutuhan oksigen biologi (BOD) sebagai salah satu indikator untuk menentukan kualitas perairan. Jurnal Oseana. 30(3): 21-26.

Setiawan H. 2013. Akumulasi dan distribusi logam berat pada vegetasi mangrove di perairan pesisir Sulawesi Selatan. Jurnal Ilmu Kehutanan. 7(1): 12-24.

Siaka IM. 2008. Korelasi antara kedalaman sedimen di Pelabuhan Benoa dan konsentrasi logam berat Pb dan Cu. Jurnal Kimia. 2(2): 61-70.

Suaniti M. 2007. Pengaruh edta dalam penentuan kandungan timbal dan tembaga pada kerang hijau (Mytilus viridis). Jurnal Ecotrophic. 2(1): 1-7.

Turkmen M, Turkmen A, Tepe Y. 2008. Metal contaminations in five fish species from black, marmara, aegean, and Mediteranean Sea, Turkey. Journal of Chilean Chemical Society. 53(1): 14351439.

Vallee B, Ulmer DD. 1972. Biochemical effect of mercury, cadmium and lead. Annual Review of Biochemistry. 41(10): 91-128.

Warni D, Karina S, Nurfadillah N. 2017. Analisis logam Pb, Mn, Cu, dan Cd pada sedimen di pelabuhan Jetty Meulaboh, Aceh Barat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah. 2(2):
246-253.

Wijayanti H. 2007. Kajian kualitas perairan di Pantai Kota Bandar Lampung berdasarkan komunitas hewan makrobenthos. [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Widaningrum, Miskiyah, Suismono. 2007. Bahaya kontaminasi logam berat dalam sayuran dan alternatif pencegahan cemarannya. Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian. 3: 16- 27.
Published
2020-04-30