Aktivitas Antimikroba Teripang Kasur (Stichopus Vastus Sluiter) dari Perairan Natuna Kepulauan Riau

  • Mery Sukmiwati Departemen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau
  • Andarini Diharmi Departemen Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau
  • Enda Mora Sekolah Tinggi Farmasi RIAU
  • Emma Susanti Sekolah Tinggi Farmasi RIAU
Keywords: antibakteri, antijamur, ekstrak teripang, fraksinasi, komponen aktif

Abstract

Teripang merupakan salah satu sumber daya perairan yang belum termanfaatkan secara optimal. Hewan
laut ini mengadung komponen bioaktif yang cukup potensial, oleh karena itu teripang dapat dimanfaatkan
sebagai salah satu alternatif oleh industri farmasi sebagai bahan baku obat dan industri pengolahan hasil
perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakteri dan antijamur berdasarkan
zona hambat terhadap Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermilis, Escherichia coli, Pseudomonas
aeruginosa dan antijamur terhadap Candida albicans, Trihopyton mentagrophytes. Metode penelitian terdiri
dari ekstraksi dengan metanol, uji fitokimia, fraksinasi, uji aktivitas antibakteri dan antijamur dengan
metode difusi, serta komatografi vakum cair. Eksperimen dilakukan dengan 3 kali ulangan dan analisis
secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak teripang terdeteksi mengandung komponen
saponin, terpenoid dan steroid. Diameter zona hambat ekstrak teripang terhadap 4 spesies bakteri berkisar
dari 10,33 -12,26 mm, antijamur C. albicans 9,77 mm dan T. mentagropytes 9,12 mm. Hasil kromatografi
vakum cair berbagai kosentrasi menunjukkan aktivitas maksimum antibakteri dan antijamur yang memiliki
aktivitas interaksi tertinggi terhadap S. epidermilis dan jamur C.albicans.
Published
2018-08-20