Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kapang Laut Nodulisporium sp. KT29 terhadap Vibrio harveyi

  • Sri Hariati Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Dinamella Wahjuningrum Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Munti Yuhana Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
  • Kustiariyah Tarman Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor
  • Irzal Effendi Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan, Institut Pertanian Bogor
  • Fazril Saputra Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor
Keywords: bioautografi, kerusakan sel bakteri, kromatografi, senyawa aktif

Abstract

Nodulisporium sp. KT29 merupakan salah satu kapang endofit yang diisolasi dari alga merah Eucheuma edule, tidak bersifat toksik, dan bersifat antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak kapang laut Nodulisporium sp. KT29 terhadap Vibrio harveyi. Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu kultivasi kapang, ekstraksi senyawa aktif, pengujian aktivitas antibakteri, kromatografi lapis tipis (KLT), bioautografi, serta pengamatan kerusakan sel bakteri Vibrio harveyi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etil asetat dan dipekatkan dengan rotary evaporator. Ekstrak Nodulisporium sp. KT29 diuji terhadap bakteri Vibrio harveyi pada konsentrasi 0,125; 0,25; 0,5; 1 dan 2 mg/disc. Ekstrak Nodulisporium sp. KT29 membentuk zona hambat tertinggi pada konsentrasi 2 mg sebesar 45,33±0,71 mm. Hasil uji KLT ekstrak Nodulisporium sp. KT29 menunjukkan adanya 7 spot retardation factor (Rf) dengan tiga komponen warna yaitu cokelat, kuning dan ungu. Uji bioautografi menghasilkan 2 spot zona hambat yaitu 16 mm dan 13 mm pada Rf 0,94 dan 0,14. Pengamatan menggunakan SEM menunjukkan bahwa kerusakan pada morfologi sel Vibrio harveyi dengan pemberian ekstrak Nodulisporium sp. KT29 yang ditandai dengan lisis.

Published
2018-08-16