Prevention of Aeromonas hydrophila on catfish juvenile using garlic and shatterstone herb

  • Dinamella Wahjuningrum Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Dramaga Bogor 16680
  • Retno Astrini Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Dramaga Bogor 16680
  • Mia Setiawati Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor Kampus IPB Dramaga Bogor 16680

Abstract

ABSTRACT

 

This study aimed to determine the dose of garlic and shatterstone herb mixed into the feed in 11-day old catfish juvenile (body length 1.53±0.26 cm, body weight of 40±16 mg). The study was divided into two steps, the first step was dose determination and the second step was the dose testing. The treatment was carried out for 21 days, then the challenge test was conducted by immersion method for 60 minutes in A. hydrophila density of 104 cfu/mL. Parameters of observation were survival, feed intake, relative growth rate, morphology of the liver, and water quality. The result showed that garlic at 25 g/kg and shatterstone herb at 5 g/kg provided higher fish viability (81.11±3.85%) compared with the control (23.00±5.77%). Feed intake and relative growth rate were not different among the treatments. Whereas the liver condition in positive control was paler than other treatments. Thus, prevention of A. hydrophila infection on catfish juvenile was effectively achieved by feeding with diet supplemented by garlic 25 g/kg and shatterstone herb 5 g/kg.

 

Keywords: garlic, shatterstone herb, Aeromonas hydrophila, juvenile, catfish

 

 

ABSTRAK

 

 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis bawang putih dan meniran yang dicampur ke pakan dalam bentuk tepung pada benih lele berumur 11 hari (berukuran panjang 1,53±0,26 cm dan bobot 40±16 mg). Penelitian ini terbagi menjadi dua tahap, pertama adalah tahap penentuan dosis (dosis 20 ppt bawang putih+5 ppt meniran dan 25 ppt bawang putih+5 ppt meniran) dan kedua adalah tahap pengujian dosis. Perlakuan diberikan selama 21 hari, kemudian uji tantang dilakukan dengan metode perendaman selama 60 menit dengan kepadatan bakteri A. hydrophila 104 cfu/mL. Parameter yang diamati adalah kelangsungan hidup, jumlah konsumsi pakan, pertumbuhan relatif, morfologi organ hati, dan kualitas air. Hasil penelitian membuktikan bahwa perlakuan bawang putih 25 g/kg dan meniran 5 g/kg memberikan kelangsungan hidup benih lele sebesar 81,11±3,85%, sedangkan kontrol positif 23,00±5,77%. Jumlah konsumsi pakan dan pertumbuhan relatif tidak berbeda antarperlakuan, sedangkan organ hati berwarna pucat pada kontrol positif. Pencegahan infeksi bakteri A. hydrophila dengan pakan campuran bawang putih 25 g/kg dan meniran 5 g/kg efektif dilakukan pada benih ikan lele.

 

Kata kunci: bawang putih, meniran, Aeromonas hydrophila, benih, ikan lele

 

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2014-01-17
How to Cite
Wahjuningrum, D., Astrini, R., & Setiawati, M. (2014). Prevention of Aeromonas hydrophila on catfish juvenile using garlic and shatterstone herb. Jurnal Akuakultur Indonesia, 12(1), 86-94. https://doi.org/10.19027/jai.12.86-94