AEVI-18 Investigasi Outbreak Penyakit Jembrana di Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyu Asin

  • Joko Siswanto
  • E Yulianti
  • T Guntoro

Abstract

Penyakit Jembrana pada sapi Bali disebabkan oleh virus penyakit Jembrana yang termasuk dalam kelompok retrovirus berdasarkan pada aktivitas reverse transcriptase. Virus Jembrana merupakan virus RNA dengan utas tunggal, berbentuk icosahe-dral dengan panjang basa 7732 pasang basa (pb) dan bersifat patogen hanya pada sapi Bali. Gejala umum ternak yang terserang penyakit Jembrana adalah demam tinggi, lymphadenopathy, lymphopenia, keringat darah dan mucus yang berlebihan pada mulut dan hidung. Kematian ternak akibat JDV terjadi pada 1 atau 2 minggu setelah infeksi (Indriawati dan Ridwan, 2013).

Pada tanggal 22-25 Mei 2017, telah dilakukan kegiatan investigasi kematian sapi bali suspect Jembrana di Kecamatan Bayung lencir Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.  Kegiatan dilakukan di desa Pale Gading, Simpang Mendis,Kali Weru,Sindang Marga ,Desa Banjar Jaya dan Desa Sidomulyo. Kegiatan ini dilakukan atas permohonan investigasi oleh Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Musi Banyuasin yang kemudian ditindaklanjuti oleh Balai veteriner Lampung dengan mengeluarkan surat tugas Kepala Balai Veteriner Lampung No. 19009/TU.040/F5.C/05.2017 tanggal 19 Mei  2017, dalam rangka pelaksanaan kegiatan Investigasi Penyakit Hewan Menular Sapi di Kabupaten Musi Banyuasin. Investigasi ini bertujuan untuk mengumpulkan data epidemiologi dan pengambilan spesimen dalam peneguhan diagnosa di desa Pale Gading, Simpang Mendis, Kali Weru,Sindang Marga, Desa Banjar Jaya dan Desa Sidomulyo   Kecamatan Bayung Lencir  Kabupaten Musi Banyuasin  Propinsi Sumatera Selatan

Tujuan kegiatan ini melakukan penelusuran kasus kematian, mengetahui faktor penyebab, upaya komunikasi resiko dan rekomendasi langkah pengendalian

Published
2018-10-29
Section
Indonesian Veterinary Epidemiology Association