Efektivitas Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Caisin (Brassica Chinensis L.)

  • Dedi Cahyadi IPB
  • Winarso Drajad Widodo

Abstract

Lahan pertanian Indonesia yang terdegradasi mengakibatkan menurunnya produktivitas sayuran. Salah satu penyebabnya yaitu penggunaan pupuk anorganik tanpa pengembalian sisa tanaman dan bahan organik ke dalam tanah. Perlunya usaha dan strategi yang sesuai untuk meningkatkan kualitas lahan, serta mempertahankan kesuburan dan kesehatan tanah dengan pemanfaatan pupuk hayati. Pupuk biologi adalah produk biologi yang aktif memproduksi berdasarkan mikroba-mikroba yang dapat meningkatkan keefisienan pemupukan, kesuburan dan kesehatan tanah. Pemanfaatan dari pupuk hayati diharapkan dapat menumbuhkan tanaman yang lebih sehat, bebas dari hama dan penyakit, produksi yang tinggi, ramah lingkungan, berkelanjutan dan dapat mereduksi pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk hayati pada pertumbuhan dan hasil caisin di lapangan yang dilakukan di Leuwikopo, Darmaga, Bogor Indonesia pada Februari hingga April 2011. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan 7 perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dimkasud yaitu tanpa pupuk hayati dan NPK (P0), 1 dosis NPK (P1), Biofertilizer + 1 dosis NPK (P2), biofertilizer + 0.75 dosis NPK (P3), biofertilizer + 0.5 dosis NPK (P4), biofertilizer + 0.25 dosis NPK (P5) dan biofertilizer (P6). Hasilpenelitian menunjukkan pupuk hayati tidak dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman caisin yang diukur seperti tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar. Kombinasi pupuk hayati dengan 0.5 hingga 1 dosis NPK mampu memproduksi berat basah tajuk tanaman dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan NPK saja. Dengan demikian, penggunaan pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik urea, SP-36 dan KCL sebesar 50%.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2017-11-14