JIPI
Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Peran Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) dalam Membantu Masyarakat Mendapatkan Izin Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Sendang Agung Kabupaten Lampung Tengah

  • Fadila Ayu Larasati
  • Rommy Qurniati
  • Susni Herwanti
Keywords: coefficient contingency, HKm, role of PKSM

Abstract

One of the solutions to increase the community welfare and manage the forest is by giving the Social Forestry license. The implementation of community forest intend to give space for the local community for sustainable forest management. The submission of HKm license was done by farmers of HKm group who already received facilitaties from forestry partner that is Non-govermental Forestry Extension Worker (PKSM) to regent. The objectives of this research were to analyze the role of PKSM level for assisting farmer to obtain HKm license and analyze the correlation between external and internal factors of partner with their role. This research was done in Subdistrict Sendang Agung as an area under the jurisdiction of PKSM to assist submission of HKm license. The data was analized by Chi Square test, meanwhile to detect the correlation level of respondent factors with partner role is using coefficient contingency correlation analize. Based on analize result partner role level is obtained in high classification, partner role is as dynamist, mediator, facilitator, motivator, and educators. Internal factors companion that has a strong enough relationship with the role of companion is the number of dependents, long-serving, and cosmopilitaness, where as age, income, as well as information disclosure had uneasy relations. External factors companion that has a strong relationship with the companion role is recognition of the success and intensity of supervision, facilities have less close relationship level with the role of companion.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Fadila Ayu Larasati

Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No.1 Gedung Meneng Bandar Lampung 35145

Rommy Qurniati
Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No.1 Gedung Meneng Bandar Lampung 35145
Susni Herwanti
Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung, Jl. Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No.1 Gedung Meneng Bandar Lampung 35145

References

Anwas OM. 2013. Pengaruh Pendidikan Formal, Pelatihan, dan Intensitas Pertemuan Terhadap Kempetensi Penyuluh Pertanian. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaaan. 19(1): 50-61.

Arikunto S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT Rineka Cipta, Jakarta (ID).

Azhari R. 2013. Pengaruh Karakteristik Individu dan Peran Penyuluh dalam Peningkatan Diversifikasi Pangan Rumah Tangga. [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Darmawan I. 2009. Profil PKSM Lampung Tengah. Penyuluh Swadaya. Sendang Asih.

Hadiyanti P. 2002. Kinerja Penyuluh Kehutanan dalam Pelaksanaan Tugas Pokoknya (Kasus di Kabupaten Cianjur). [Tesis] Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Ivan M, Sihombing, Jufri LM. 2014. Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Motivasi Petugas Penyuluh Lapangan Pertanian (Kasus: Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang). Jurnal on Social Economic of Agriculture and Agribusiness. 3(1): 85-97.

Kementerian Kehutanan. 2014. Permenhut No. 88/Menhut-II/2014 tentang Hutan Kemasya-rakatan. Departemen Kehutanan, Jakarta (ID).

Mardikanto T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. UNS Press Sebelas Maret, Surakarta (ID).

Marius AJ, Sumardjo, Slamet M, Asngari PS. 2007. Pengaruh Faktor Internal dan Eksternal Penyuluh Terhadap Kompetensi Penyuluh di Nusa Tenggara Timur. Jurnal Penyuluhan. 3(2): 8-19.

Purwatiningsih A, Ismani, Noor I. 2004. Faktor-faktor yang Memengaruhi Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik. 4(2): 75-83.

Ramadoan S, Muljono P, Pulungan I. 2013. Peran PKSM dalam Meningkatkan Fungsi Kelompok Tani dan Partisipasi Masyarakat di Kabupaten Bima, NTB. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. 3(3): 199-120.

Sahera SL, Rosnita, Sayamar E. 2014. Persepsi Penyuluh Terhadap Pentingnya Peran Penyuluhan Perkebunan Kelapa Sawit di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar. Jurnal Online Mahasiswa. 1(1): 900-910.

Sari MA. 2013. Kinerja Penyuluh Pertanian dalam Pengembangan Usaha Peternakan Sapi Bali di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. [Tesis]. Denpasar (ID): Universitas Udayana.

Sariyem, Yulida R, Kausar. 2015. Persepsi Petani Terhadap Pentingnya Peran Penyuluhan Perkebunan Karet (Hevea brasiliensi Muell arg) di Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Pertanian. 2(1): 164-172.

Siegel S. 1997. Statistik Non Parametrik Untuk Ilmu-ilmu Sosial. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta (ID).

Sitorus L. 2009. Hubugan Karakteristik Dengan Kopetensi Penyuluh Pertanian di Kota Ternate Provinsi Maluku Utara. [Tesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan dan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta, Bandung (ID).

Tondok RA, Mappigau P, Kaimuddin. 2013. Pengaruh Motivasi, Modal Sosial dan Peran Model Terhadap Adopsi Teknologi PTT di Kabupaten Maros. pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/4c0f0984ba54a9035c432da38a75aaa6.pdf. Diakses tanggal 10 Maret 2015.

Van den Ban AW, Hawkins HS. 1999. Penyuluhan Pertanian. Penerbit Kanisius, Yogyakarta (ID).

Yulida R, Kausar, Marjelita L. 2012. Dampak Kegiatan Penyuluhan Terhadap Perubahan Perilaku Petani Sayuran di Kota Pekanbaru. Indonesian Jurnal of Agricultural Economics (IJAE). 3(1): 37-58.

Yunasaf U, Tasripin SD. 2011. Peran Penyuluh dalam Proses Pembelajaran Peternak Perah di KSU Tandangsari Sumedang. Jurnal Ilmu Ternak. 11(2): 98-103.

Published
2015-04-24
How to Cite
Larasati, F. A., Qurniati, R., & Herwanti, S. (2015). Peran Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) dalam Membantu Masyarakat Mendapatkan Izin Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Sendang Agung Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 20(1), 9-17. Retrieved from http://jma.journal.ipb.ac.id/index.php/JIPI/article/view/9278