JIPI
Skip to main content Skip to main navigation menu Skip to site footer

Kajian Sistem Tanam Usaha Tani Padi Gogo di Lahan Kering Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah

  • Dewi Sahara Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jl. Soekarno-Hatta KM. 26 No. 10, Bergas, Semarang 50552
  • Ekaningtyas Kushartanti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian, Jl. Soekarno-Hatta KM. 26 No. 10, Bergas, Semarang 50552
Keywords: dry land, jajar legowo, jajar wayang, upland rice

Abstract

This study aimed to determine the feasibility of upland rice farming, the breakeven point of price and production, and the ratio of increasing profit of the jajar wayang to double row planting system. The study was conducted in Singosari Village, Mojosongo Sub-District, Boyolali District during rainy season in 2016/2017. The study of upland rice planting system was demonstrated on 4 ha of dry land, using Inpago 8 and Inpago 9 varieties which were planted in double row and jajar wayang system. The data were analyzed descriptively both qualitatively and quantitatively. The results of the analysis showed that the Inpago 9 variety grown in double row gave the highest productivity (5.5 tons/ha) compared to the Inpago 8 variety and the other cropping systems so that the profit obtained was IDR13.552.000/ha (RCR=2.99). Break even point analysis of prices and production showed that if there was a decrease in prices and production of 57.39-66.59%, the farmers did not suffer losses. Changes in the planting system from jajar wayang to double row provided a proportion of increase in profits in Inpago 8 varieties by 18.79% and in Inpago 9 varieties by 7.71%, indicating NKB value of 1.24 and 1.09. Therefore, the productivity of upland rice on dry land can be increased with double row planting system.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurachman A, Dariah A, Mulyani A. 2008. Strategi dan teknologi pengelolaan lahan kering mendukung pengadaan pangan nasional. Jurnal Litbang Pertanian. 27(2): 43-49.

Aini Y. 2015. Analisis keuntungan usaha tani padi sawah di Kecamatan Rokan IV Koto. Jurnal Ilmiah Cano Ekonomos. 4(1): 121-130.

Arianti NN. 2011. Pendugaan faktor penentu produksi padi sawah sistem tanam legowo di Kelurahan Dusun Besar Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu. Agrisep. 10(1): 10-18. https://doi.org/ 10.31186/jagrisep.10.1.10-18

Aruan YL, Mariati R. 2010. Perbandingan pendapatan usaha tani padi (Oryza sativa L.) sawah sistem tanam pindah dan tanam benih langsung di Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanagara. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Pembangunan. 7(2): 30-36.

Aryawati SAN, Astika IM. 2012. Potensi hasil dan analisis usaha tani beberapa varietas inpari dengan teknologi PTT di Subak Ngengan Gianyar Bali. Buletin Teknologi dan Informasi Pertanian. 10(31): 123-127.

Badan Litbang pertanian. 2017. Deskripsi Varietas Inpago 8 dan Inpago 9. [Internet]. [diunduh 2017 Maret 16]. Tersedia pada: http://www.litbang. pertanian.go.id/varietas/one/796/

Darus, Bahri S, Paman U. 2015. Analisis usaha tani padi sawah di Kecamatan Rambah Samo Kabupaten Rokan Hulu. Jurnal Dinamika Pertanian. XXX(2): 171-176.

Darwis V, Muslim C. 2013. Keragaman dan titik impas usaha tani aneka sayuran pada lahan sawah di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. SEPA. 9(2): 155–162

Erythrina, Zaini Z. 2013. Indonesia rice check procedure: An approach for accelerating the adoption of ICM. Palawija. 30(1): 6-8.

Erythrina, Zaini Z. 2014. Budi daya padi sawah sistem tanam jajar legowo: Tinjauan metodologi untuk mendapatkan hasil optimal. Jurnal Litbang Pertanian. 33(2): 79-86.

Faisul-ur-Rasool, Habib R, Bhat MI. 2012. Evaluation of plant spacing and seedlings per hill on rice (Oryza sativa L.) productivity under temperate conditions. Pakistan Journal Agriculture Sciences. 49: 169-172.

Fitria, Eka, Ali MN. 2014. Kelayakan usaha tani padi gogo dengan pola Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Widyariset. 17(3): 425-434.

Hidayat Y, Saleh Y, Waraiya M. 2012. Kelayakan usaha tani padi varietas unggul baru melalui PTT di Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 31(3): 166-172.

Hulopi F, Sutoyo. 2010. Upaya meningkatkan produksi padi (Oryza sativa L.) dengan pengaturan model tanam jajar legowo. Buana Sains. 10(2): 131-138.

Husnain D, Nursyamsi, Syakir M. 2016. Teknologi pemupukan mendukung jarwo super. Jurnal Sumberdaya Lahan. 10(1): 1-10.

Ikhwani GR, Pratiwi E, Paturrohman, Makarim AK. 2013. Peningkatan produktivitas padi melalui penerapan jarak tanam jajar legowo. Iptek Tanaman Pangan. 8(2): 72-79.

Mawardiana, Sufardi, Husen E. 2013. Pengaruh residu biochar dan pemupukan NPK terhadap sifat kimia tanah dan pertumbuhan serta hasil tanaman padi musim tanam ketiga. Jurnal Konservasi Sumber Daya Lahan. 1(1): 16-23.

Nazirah, Laila, Sengli BJ, Damanik. 2015. Pertumbuhan dan hasil tiga varietas padi gogo pada perlakuan pemupukan. Jurnal Floratek. 10: 54-60.

Putra S. 2012. Pengaruh pupuk NPK tunggal, majemuk dan pupuk daun terhadap peningkatan produksi padi gogo varietas Situ Patenggang. Agrotrop. 2(1): 55-61.

Qamariah R, Pribadi Y, Khairuddin. 2016. Kelayakan ekonomi usaha tani padi sawah dengan pendekatan PTT (Pengelolaan Tanaman Terpadu) di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Dalam Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian. p. 469-476.

Rusdin MA, Mustaha, Hilman. 2012. Analisis finansial dan titik impas usaha tani padi melalui pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu di Sulawesi Tenggara. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 15(1): 55-61.

Sari N. 2010. Efisiensi pemanfaatan input produksi usaha tani padi ladang di Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali. Jurnal Agroland. 17(2): 154-161.

Sularno. 2012. Kontribusi varietas unggul baru pada usaha tani padi dalam rangka meningkatkan keuntungan petani. SEPA. 9(1): 83-89.

Sutariati GAK, Zul’aiza S, Darsan LD, Ali Kasra M, Wangadi S, La Mudi. 2014. nvigorasi benih padi gogo lokal untuk meningkatkan vigor dan mengatasi permasalahan dormansi fisiologis pascapanen. Jurnal Agroteknos. 4(1): 10-17.

Tamba MF, Maharani E, Edwina S. 2017. Analisis usaha tani padi sawah dengan metode SRI (System of Rice Intensification) di Desa Empat Balai Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar. Jurnal Ilmiah Pertanian. 13(2): 11-22. https://doi.org/10.31849/ jip.v13i2.943

Wahyuni S. 2008. Hasil padi gogo dari dua sumber benih yang berbeda. Jurnal Penelitian Tanaman Pangan. 27(3): 135-140.

Yuliani N, Napisah K, Darmawan A. 2014. Produktivitas Padi Gogo Melalui Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan. Dalam Prosiding Seminar Nasional “Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi. p.243-247.

Yuniarti S. 2015. Respons Pertumbuhan dan Hasil Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Gogo di Kabupaten Pandeglang, Banten. Dalam Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversity Indonesia. p. 848-851

Published
2019-02-13
How to Cite
Sahara, D., & Kushartanti, E. (2019). Kajian Sistem Tanam Usaha Tani Padi Gogo di Lahan Kering Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 24(1), 65-72. https://doi.org/10.18343/jipi.24.1.65